Toyota Motor mengumumkan perubahan penting di jajaran puncak manajemen. Produsen otomotif terbesar di dunia itu menyatakan Koji Sato akan mengakhiri masa kepemimpinannya setelah tiga tahun, dan posisi CEO akan diteruskan oleh Chief Financial Officer (CFO) Kenta Kon.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penyesuaian strategi saat Toyota mempercepat transformasi menuju mobilitas berbasis teknologi, perangkat lunak, dan layanan baru. Peralihan kepemimpinan juga muncul di tengah dinamika industri global yang terus bergerak, ketika produsen besar menata ulang prioritas investasi di kendaraan elektrifikasi, platform digital, serta efisiensi rantai pasok.
Kenta Kon dikenal sebagai figur internal yang lama berkarier di Toyota. Ia bergabung pada 1991 setelah menuntaskan studi ekonomi di Universitas Tohoku. Selama lebih dari tiga dekade, Kon menempati berbagai peran di bidang akuntansi dan keuangan, hingga akhirnya mendapat mandat strategis yang lebih luas.
Sebelum diumumkan sebagai CEO baru, Kenta Kon juga memegang peran sebagai anggota dewan dan Chief Operating Officer. Ia ditunjuk menjadi CFO pada Juli 2025, kemudian dipersiapkan untuk memimpin perusahaan pada fase berikutnya. Pada usia 57 tahun, Kon disebut menjadi salah satu kunci perancang arah keuangan Toyota, terutama dalam menyeimbangkan investasi teknologi jangka panjang dengan stabilitas bisnis inti.
Peningkatan peran Kon terlihat dari keterlibatannya di Woven by Toyota, unit teknologi perusahaan yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan platform digital. Ia juga tercatat memegang posisi direktur pada Toyota Fudosan, perusahaan real estat grup, yang disebut terkait dengan proses akuisisi Toyota Industries. Proses tersebut sempat menuai sorotan dan penolakan dari sebagian pemegang saham, sehingga isu tata kelola ikut menjadi perhatian.
Dalam pernyataan-pernyataan sebelumnya, Kon menekankan kehati-hatian agar langkah korporasi tidak menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap pihak tertentu. Dengan latar kuat di bidang keuangan dan pemahaman mendalam terhadap struktur internal perusahaan, penunjukan Kon dipandang sebagai sinyal bahwa Toyota ingin memperketat eksekusi strategi jangka panjang, khususnya pada area teknologi dan mobilitas cerdas yang semakin menentukan arah industri otomotif global.






