Ribuan Jamaah Padati Stadion Gajayana Malang dalam Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 9 Februari 2026 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Jamaah Padati Stadion Gajayana Malang dalam Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Ribuan Jamaah Padati Stadion Gajayana Malang dalam Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Gelombang manusia berseragam putih dan hijau tampak mengalir deras menuju jantung Kota Malang sepanjang akhir pekan ini.

Stadion Gajayana menjadi titik pusat berkumpulnya ribuan jamaah yang datang dari berbagai penjuru daerah untuk menghadiri sebuah peristiwa bersejarah. Mujahadah Kubro digelar sebagai puncak peringatan Hari Lahir atau Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama yang berlangsung khidmat pada tanggal 7 hingga 8 Februari 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah manifestasi spiritualitas yang mendalam bagi warga Nahdliyin.

Sejak Sabtu sore, area sekitar stadion sudah mulai dipadati oleh para peserta yang datang dengan bus, truk, hingga kendaraan pribadi.

Kehadiran jamaah dalam jumlah masif ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat keamanan guna memastikan acara berjalan lancar tanpa kendala. Ratusan personel kepolisian bersama anggota Banser bahu-membahu mengatur arus lalu lintas dan pengamanan di area pintu masuk stadion kebanggaan warga Malang tersebut.

Doa-doa bergema membelah langit Malang saat ribuan suara menyatu dalam lantunan zikir dan selawat yang menggetarkan.

Puncak perayaan seratus tahun organisasi Islam terbesar di Indonesia ini memang dirancang untuk menjadi momentum refleksi spiritual yang sangat kuat.

Melalui Mujahadah Kubro, para kiai dan tokoh ulama mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menilik kembali perjalanan panjang NU selama satu abad terakhir. Stadion Gajayana yang biasanya riuh dengan teriakan suporter sepak bola, kali ini berubah menjadi lautan manusia yang tertunduk khusyuk dalam munajat kepada Sang Pencipta.

Warga yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya saja, namun banyak yang melakukan perjalanan jauh dari luar provinsi.

Antusiasme jamaah menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara umat dengan organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari ini. Peringatan Harlah Satu Abad NU di Malang ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tingkat akar rumput. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari santri muda hingga orang tua, duduk bersimpuh di atas rumput maupun tribun stadion tanpa sekat.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi kehidupan masyarakat di sekitar lokasi.

Dukungan penuh dari aparat pemerintah daerah setempat memastikan bahwa kebutuhan dasar jamaah, seperti akses air bersih dan fasilitas medis, tersedia dengan memadai.

Pengamanan yang dilakukan bersifat persuasif dan humanis, mengingat sensitivitas acara yang bernuansa ibadah kolektif ini. Kerja sama antara aparat keamanan dan panitia pelaksana terbukti mampu menjaga ketertiban meskipun stadion diisi hingga kapasitas maksimal.

Refleksi sosial juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam rangkaian peringatan satu abad ini.

Dalam ceramah-ceramah yang disampaikan, para ulama menekankan pentingnya peran NU dalam menjaga keutuhan bangsa dan harmoni sosial di Indonesia.

Mujahadah Kubro ini dianggap sebagai titik tolak untuk memulai pengabdian di abad kedua dengan semangat yang lebih segar namun tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi. Keberadaan ribuan orang yang berkumpul dalam damai memberikan pesan kuat tentang ketenangan dan kesejukan di tengah dinamika masyarakat saat ini.

Stadion Gajayana Malang terpilih menjadi saksi bisu sejarah karena kapasitasnya yang besar serta nilai historis kota ini bagi pergerakan organisasi.

Malam puncak acara diwarnai dengan pencahayaan lampu yang menambah kesan megah namun tetap mempertahankan nuansa religius yang kental. Banyak jamaah yang memilih untuk bermalam di sekitar area stadion demi tidak melewatkan sesi doa subuh berjamaah yang menjadi bagian dari rangkaian agenda. Suasana kekeluargaan sangat terasa ketika para peserta saling berbagi makanan dan tempat duduk di sela-sela jeda acara.

Dukungan aparat kepolisian terlihat sangat intensif terutama pada titik-titik rawan kemacetan di pusat Kota Malang.

Beberapa ruas jalan menuju stadion sempat dialihkan untuk memberikan ruang bagi pergerakan massa yang terus bertambah hingga Minggu pagi.

Meskipun padat, tidak ada laporan insiden serius yang mengganggu jalannya peringatan seratus tahun organisasi berlambang bola dunia tersebut. Kesigapan petugas di lapangan mendapatkan apresiasi dari para peserta yang merasa terayomi selama mengikuti rangkaian kegiatan spiritual ini.

Momen Mujahadah Kubro di Malang ini menjadi salah satu dari sekian banyak rangkaian perayaan yang digelar di seluruh penjuru tanah air.

Namun, skala massa yang berkumpul di Stadion Gajayana menjadikannya sebagai salah satu yang terbesar dan paling menyedot perhatian publik.

Pihak panitia menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara yang melibatkan ribuan nyawa ini sejak hari pertama dimulai pada 7 Februari kemarin. Refleksi spiritual yang dihasilkan dari pertemuan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perilaku sosial masyarakat di kehidupan sehari-hari.

Satu abad bukanlah waktu yang singkat, dan peringatan ini menjadi pengingat akan ketangguhan sebuah pergerakan berbasis agama di Indonesia.

Selepas acara resmi ditutup pada 8 Februari, para jamaah perlahan mulai meninggalkan stadion dengan tertib sembari membawa harapan baru untuk masa depan. Kebersihan stadion juga menjadi perhatian utama, di mana para relawan langsung bergerak membersihkan sisa-sisa sampah segera setelah massa membubarkan diri. Malang telah sukses menjadi tuan rumah bagi momentum puncak yang sangat emosional bagi jutaan warga Nahdliyin di mana pun berada.

Gema selawat yang sempat memenuhi atmosfer kota nampaknya masih akan terus terasa bekasnya di hati para jamaah yang hadir.

Perayaan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama ini menutup lembaran lama dan membuka babak baru dalam sejarah keumatan di tanah air.

Dengan berakhirnya Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, berakhir pula rangkaian utama peringatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Indonesia kembali melihat bagaimana kekuatan doa dan kebersamaan mampu menyatukan ribuan orang dalam satu visi spiritual yang damai.

Seluruh elemen yang terlibat, mulai dari jamaah hingga aparat, telah menuliskan catatan penting dalam sejarah perjalanan panjang bangsa ini.

Berita Terkait

Sinopsis Series Wu, Panduan Lengkap Nonton Aksi Wu Assassins 2026
Sinopsis Drama Korea Kericuhan Pesta Pertunangan Paling Lengkap
Sinopsis Drama Korea Rahasia Sang Sekretaris, Review Lengkap 2024
Sinopsis Drama Korea Dari Malam itu Hingga Selamanya Terlengkap
Sinopsis Netflix Sold Out on You, Romansa Ahn Hyo Seop & Chae Won Bin
Sinopsis Netflix Hilda, Petualangan Ajaib Gadis Berambut Biru
Sinopsis Film Three Idiots, Rahasia Persahabatan Sejati yang Menginspirasi Dunia
Sinopsis Film Dune Terlengkap, Alur Cerita & Takdir Paul Atreides

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sinopsis Series Wu, Panduan Lengkap Nonton Aksi Wu Assassins 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:05 WIB

Sinopsis Drama Korea Kericuhan Pesta Pertunangan Paling Lengkap

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sinopsis Drama Korea Rahasia Sang Sekretaris, Review Lengkap 2024

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:56 WIB

Sinopsis Drama Korea Dari Malam itu Hingga Selamanya Terlengkap

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:48 WIB

Sinopsis Netflix Sold Out on You, Romansa Ahn Hyo Seop & Chae Won Bin

Berita Terbaru