Keberanian seorang mahasiswi di Yogyakarta saat menghadapi aksi penjambretan berujung apresiasi dari kepolisian. Korban bernama Eviana Adiba Agustin disebut mengejar pelaku yang membawa kabur ponselnya hingga pelaku terjatuh.
Peristiwa itu bermula ketika seorang pria berinisial WY (38), yang juga disebut memiliki sejumlah alias, diduga merampas ponsel Eviana. Bukannya panik dan pasrah, Eviana memilih bereaksi cepat dengan mengejar pelaku di jalan.
Dalam pengejaran, Eviana disebut berhasil memepet pelaku hingga kendaraan pelaku kehilangan kendali dan jatuh. Aksi spontan ini kemudian membuka peluang warga sekitar ikut bergerak dan membantu mengamankan situasi.
Polresta Yogyakarta menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan. Karena itu, Eviana mendapat piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, di Mapolresta.
Penghargaan tidak hanya diberikan kepada Eviana. Polisi juga mengapresiasi Ayunda, rekan Eviana, serta dua warga Pakel Baru yang membantu menangkap pelaku, yakni Fandy Yulianto dan Handoko. Keempatnya disebut berperan dalam membantu upaya pencegahan tindak kriminal.
Kapolresta menekankan bahwa apresiasi ini bukan sekadar seremoni. Kepolisian ingin menunjukkan bahwa bantuan masyarakat terhadap penegakan keamanan akan dihargai, selama dilakukan dalam koridor yang benar dan bertujuan melindungi diri serta lingkungan.
Pandia juga menyampaikan pesan bahwa masyarakat perlu menjadi “polisi bagi dirinya sendiri” dengan meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kepedulian untuk membantu menjaga situasi kamtibmas dinilai penting agar Yogyakarta tetap aman, damai, dan kondusif.
Di tengah pujian, muncul pertanyaan: apakah tindakan memepet pelaku hingga jatuh bisa berujung masalah hukum bagi korban? Kapolresta menegaskan Eviana dan rekan-rekannya tidak akan dipidana atas tindakan tersebut.
Ia bahkan menegaskan pihaknya tidak akan menerima jika pelaku mencoba melaporkan balik korban. Menurutnya, posisi pelaku tetap sebagai pihak yang melakukan tindak kejahatan, sehingga korban yang berusaha mempertahankan haknya tidak perlu takut.
Kasus ini menjadi contoh sinergi warga dan aparat. Meski demikian, kepolisian juga mengingatkan pentingnya keselamatan: ketika membantu menangani kejahatan, warga diharapkan tetap mengutamakan keamanan diri dan segera berkoordinasi dengan petugas agar penanganan berlangsung aman dan tertib.






