Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan program beasiswa bagi siswa SMA dan SMK swasta tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan akan direalisasikan pada tahun ajaran 2026/2027. Dana bantuan tersebut telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2026 melalui mekanisme penyesuaian anggaran.
Menurut Dedi Mulyadi, kepastian jumlah penerima beasiswa masih menunggu data terbaru dari proses penerimaan peserta didik baru. Informasi tersebut diperkirakan baru tersedia menjelang dimulainya tahun ajaran baru sekitar pertengahan 2026.
Ia menjelaskan bahwa data siswa kurang mampu yang diterima di sekolah swasta akan menjadi dasar penetapan anggaran final. Tanpa data valid, pemerintah daerah belum dapat menentukan alokasi beasiswa secara tepat.
Sebelumnya, Komisi V DPRD Jawa Barat sempat menyoroti belum tercantumnya anggaran beasiswa siswa miskin SMA/SMK swasta dalam APBD 2026. DPRD meminta pemerintah provinsi melakukan penyesuaian anggaran agar bantuan pendidikan tersebut tetap dapat diberikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan total anggaran sekitar Rp218 miliar untuk program beasiswa tersebut. Rinciannya meliputi sekitar Rp150 miliar untuk dukungan operasional sekolah swasta dan sekitar Rp68 miliar untuk bantuan personal siswa.
Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu siswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan menengah yang layak, sekaligus mendukung keberlangsungan sekolah swasta sebagai bagian penting dari sistem pendidikan di Jawa Barat.
Pemprov Jabar menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran dan terealisasi sesuai jadwal, terutama bagi siswa yang membutuhkan dukungan finansial agar dapat melanjutkan pendidikan.






