Maserati membuat langkah yang jarang terlihat di segmen mobil mewah: potongan harga sangat agresif untuk lini EV Folgore. Dalam program insentif yang beredar ke dealer, diskon tunai untuk beberapa model disebut bisa mencapai $85.000, angka yang langsung mengubah peta harga antara varian listrik dan varian bensin.
Diskon tertinggi diarahkan pada GranTurismo Folgore dan GranCabrio Folgore model year 2025. Jika dihitung dari harga daftar, GranTurismo Folgore yang awalnya berada di sekitar $199.690 bisa turun menjadi kisaran $114.690 setelah potongan—turun lebih dari 40%.
Dampaknya bukan cuma “lebih murah”, tetapi juga membalik urutan harga yang sebelumnya logis. Sebelumnya, Maserati menempatkan versi listrik sekitar puluhan ribu dolar lebih mahal dari versi bensin GranTurismo. Dengan insentif sebesar itu, versi listrik justru menjadi opsi paling ekonomis, bahkan melewati varian ICE yang biasanya jadi pintu masuk.
GranCabrio Folgore pun mengalami efek serupa. Harga awalnya sekitar $208.590, lalu menjadi jauh lebih menarik setelah diskon bernilai sama. Ini membuat mobil atap terbuka bertenaga listrik tersebut tiba-tiba masuk radar pembeli yang sebelumnya mungkin ragu karena selisih harga dengan versi lain.
Bukan hanya model flagship. Grecale Folgore yang lebih “masuk akal” untuk pasar SUV premium juga mendapat potongan besar—sekitar $40.000. Setelah diskon, selisihnya dengan Grecale bensin disebut tinggal tipis, membuat pembeli jadi punya alasan kuat untuk mempertimbangkan versi listrik.
Kenapa Maserati memilih cara ini? Salah satu penjelasan yang sering muncul adalah performa penjualan lini Folgore yang tidak secepat harapan. Di segmen EV mewah, pembeli tidak hanya menuntut desain dan tenaga, tetapi juga jarak tempuh yang kompetitif serta pengalaman emosional yang biasanya melekat pada mesin bensin.
Di sisi jangkauan, angka yang beredar untuk Folgore memang tidak setinggi beberapa rival. Grecale Folgore disebut punya jangkauan sekitar 394 km, sementara GranTurismo Folgore sekitar 369 km, dan GranCabrio Folgore sekitar 375 km. Angka seperti ini bisa terasa kurang “yakinkan” untuk sebagian pasar, terutama jika harga awalnya terlalu tinggi.
Ada pula faktor psikologis: sebagian penggemar Maserati menganggap suara mesin dan karakter mekanis adalah bagian dari identitas. Saat elemen itu hilang di EV, Maserati perlu memberikan “nilai pengganti” yang kuat—entah lewat teknologi, jarak tempuh, atau harga yang lebih menggoda.
Dengan diskon besar ini, Maserati seolah memilih pendekatan sederhana: turunkan barrier harga, buka ruang bagi pembeli untuk mencoba Folgore, lalu biarkan pengalaman berkendara dan desain menjadi penentu. Ini strategi yang berisiko, tetapi bisa efektif untuk mengurangi stok dan menyalakan kembali minat pasar.
Kalau tren diskon agresif ini berlanjut, lini Folgore bisa menjadi salah satu contoh paling jelas betapa “kerasnya” persaingan EV, bahkan di kelas premium. Di tahun-tahun awal elektrifikasi, harga bisa berubah cepat—dan konsumen yang jeli sering mendapat kejutan terbesar.






