Gekrafs: Kampus Kunci Ekraf, UMP Dorong UMKM dan IP Financing

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 16 Februari 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kampus

Ilustrasi Kampus

Peran perguruan tinggi kembali disorot sebagai penggerak ekonomi kreatif (ekraf), bukan hanya sebagai ruang belajar teori. Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menilai kampus dapat menjadi fondasi cara berpikir pelaku ekraf agar tumbuh lebih terarah, terstruktur, dan memiliki nilai tambah yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan usai diskusi bertema “Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern” yang digelar Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (16/02/2026).

Menurut Kawendra, banyak pelaku ekraf bergerak berdasarkan peluang sesaat tanpa arah yang rapi. Di titik inilah kampus disebut penting, karena pendidikan dan ekosistem akademik bisa memberi kerangka berpikir, pemetaan pasar, serta pemahaman agar kegiatan ekonomi kreatif tidak “sporadis”, tetapi berjalan dengan tujuan dan ukuran keberhasilan yang lebih nyata.

Ia juga mengapresiasi langkah UMP yang membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk masuk dan beraktivitas di lingkungan kampus. Model ini dinilai menciptakan pertemuan yang sehat antara ide, riset, dan praktik lapangan, sehingga kampus tidak berhenti pada fungsi pendidikan semata.

Kawendra menekankan, perguruan tinggi sebaiknya menjadi “laboratorium kebermanfaatan” bagi masyarakat. Artinya, aktivitas kampus perlu mendorong dampak sosial-ekonomi yang bisa dirasakan, misalnya melalui pendampingan usaha, inkubasi produk kreatif, hingga bantuan digitalisasi bagi pelaku UMKM di sekitar kampus.

Satu gagasan yang ia dorong adalah integrasi proses akademik mahasiswa dengan penciptaan usaha dan lapangan kerja. Ia menyebut kampus memiliki otoritas terhadap proses kelulusan, sehingga bisa menantang mahasiswa agar tugas akhir atau skripsi tidak hanya berujung dokumen, tetapi juga menghadirkan proyek kewirausahaan yang benar-benar berjalan.

Di sisi tantangan, Kawendra menyampaikan dua kendala yang sering muncul di sektor ekraf: literasi dan pembiayaan. Ia menilai masih banyak orang yang menjalankan aktivitas kreatif tetapi tidak sadar bahwa mereka termasuk pelaku ekonomi kreatif, sehingga akses terhadap program pembinaan maupun skema dukungan sering tidak termanfaatkan.

Terkait pembiayaan, ia menyebut adanya solusi berupa pembiayaan berbasis kekayaan intelektual atau IP financing yang digagas pemerintah dan disebut telah memiliki alokasi pada tahun ini. Skema tersebut dipandang penting karena pelaku ekraf kerap memiliki aset utama berupa ide, desain, atau karya, bukan jaminan fisik seperti tanah dan bangunan.

Rektor UMP Prof Jebul Suroso menilai kehadiran Gekrafs menjadi dorongan moral bagi kampus untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan ekonomi kreatif. UMP menargetkan menjadi pusat kajian ekonomi kebangsaan di Banyumas, sekaligus membangun pusat pemikiran dan gerakan ekonomi yang lebih berdampak.

Ia juga menyatakan gagasan mendorong lulusan menjadi pencipta lapangan kerja akan ditindaklanjuti melalui program percontohan di sejumlah program studi. Menurutnya, bukan hanya bidang ekonomi yang memungkinkan, karena banyak produk kreatif hasil riset di pendidikan dan bidang lain yang dapat dihilirisasi menjadi usaha, jika ekosistem kampus dan jejaring UMKM dibangun secara konsisten.

Berita Terkait

Agus Harimurti Yudhoyono, Tanggul Laut Pantura Jaga Pangan
Prabowo Ojol, Potongan Komisi Wajib di Bawah 10 Persen
Jadwal Semifinal Uber Cup 2026, Nonton Indonesia vs Korea Selatan
Petrindo Jaya Kreasi Cetak Lonjakan Pendapatan 73 Persen
Pelaporan SPT Tahunan Badan Diperpanjang DJP Hingga 31 Mei 2026
Cadangan Emas, Aksi Timbun Besar Bank Sentral Dunia 2026
Penemuan Ladang Gas Baru di Kalimantan Timur Simpan Potensi Energi Besar
PT Sinergi Inti Plastindo Tbk Catat Laba Naik 240 Persen

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono, Tanggul Laut Pantura Jaga Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Ojol, Potongan Komisi Wajib di Bawah 10 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:40 WIB

Jadwal Semifinal Uber Cup 2026, Nonton Indonesia vs Korea Selatan

Kamis, 30 April 2026 - 21:03 WIB

Petrindo Jaya Kreasi Cetak Lonjakan Pendapatan 73 Persen

Kamis, 30 April 2026 - 20:59 WIB

Pelaporan SPT Tahunan Badan Diperpanjang DJP Hingga 31 Mei 2026

Berita Terbaru