Seorang warga negara (WN) Ukraina dilaporkan hilang di Bali dan diduga menjadi korban penculikan. Kasus ini membuat aparat kepolisian bergerak cepat, termasuk memperketat pengawasan jalur keluar-masuk wilayah untuk mempersempit kemungkinan pergerakan pelaku.
Korban disebut bernama Ihor Komarav, pria berusia 28 tahun, dengan nomor paspor GF741959. Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, dalam keterangan yang juga merujuk pada informasi tembusan dari Polda Bali.
Menurut laporan awal, Ihor diduga diculik sejak Sabtu (21/2) malam. Menghadapi dugaan ini, kepolisian memilih langkah cepat berupa razia kendaraan, dengan fokus pada titik-titik yang dinilai strategis untuk memantau arus mobil dan sepeda motor.
Operasi pemeriksaan digelar pada Sabtu (21/2) pukul 21.45 Wita. Tujuan utamanya adalah mempersempit ruang gerak pihak yang diduga terlibat, terutama jika arah pergerakan mengarah ke wilayah Gianyar dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Gianyar melibatkan puluhan personel dari berbagai satuan. Unsur yang turun langsung meliputi Satuan Reskrim, Satuan Lantas, Satuan Samapta, Satuan Narkoba, serta Provost Polres Gianyar, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan lebih menyeluruh.
Lokasi razia dipusatkan di perbatasan wilayah Gianyar, tepatnya di Simpang Jalan Raya Tulikup–Sidan. Titik ini dipilih karena dianggap dapat menangkap arus kendaraan yang melintas dari dan menuju area yang lebih luas, sekaligus menjadi jalur yang kerap dipakai mobilitas malam hari.
Selama operasi berlangsung, petugas memeriksa kendaraan yang melintas dan mengawasi indikasi mencurigakan. Pemeriksaan dilakukan hingga pukul 23.00 Wita, dengan harapan ada petunjuk awal yang dapat mengarah pada pelaku atau setidaknya kendaraan yang relevan dengan dugaan penculikan.
Namun, hasil pemeriksaan dalam operasi tersebut dilaporkan nihil. Suardita menyatakan tidak ditemukan pelaku maupun kendaraan yang dicurigai terkait kasus penculikan dimaksud pada rentang razia itu, meski pemeriksaan telah dilakukan hingga kegiatan dinyatakan selesai.
Kendati begitu, kepolisian menegaskan bahwa upaya pengamanan tidak berhenti pada satu operasi. Patroli rutin disebut tetap dilaksanakan sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menindaklanjuti kasus-kasus menonjol yang memerlukan respons cepat.
Dengan latar dugaan WN Ukraina hilang di Bali, fokus aparat kini berada pada dua hal: menjaga stabilitas situasi di lapangan dan terus memperkuat upaya pencarian melalui pengawasan wilayah. Pihak kepolisian juga mengisyaratkan bahwa pemantauan berkala akan terus dilakukan, terutama pada jalur-jalur yang dinilai rawan menjadi rute pelarian atau perpindahan lokasi.






