Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus memperluas pengusutan kasus narkotika yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro. Fokus terbaru penyidik adalah memburu sosok berinisial B alias Boy yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyatakan pengejaran terhadap Boy sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa tim saat ini masih bekerja secara intensif untuk melacak keberadaan terduga bandar tersebut.
Sebelumnya, penyidik telah lebih dulu menangkap Erwin Bin Iskandar alias Ko Erwin. Dalam pengembangan perkara, Ko Erwin diduga berperan sebagai pemasok narkoba sekaligus pihak yang menyetorkan uang kepada Didik Putra Kuncoro.
Ko Erwin diamankan ketika diduga hendak melarikan diri ke Malaysia melalui jalur ilegal. Penangkapan ini menjadi salah satu titik penting dalam pengungkapan perkara karena membuka jalur pengusutan terhadap aktor-aktor lain yang diduga terhubung dalam jaringan tersebut.
Selain itu, aparat juga menangkap Ais Setiawati yang disebut sebagai bendahara Ko Erwin. Ia diamankan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis, 26 Februari 2026, sehingga penyidik kini memiliki tambahan simpul untuk menelusuri aliran dana dan relasi antartersangka.
Meski begitu, upaya memburu Boy disebut menghadapi kendala serius, terutama terkait identitas asli. Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj menjelaskan bahwa penyidik harus memastikan nama dan identitas yang tepat agar tidak keliru dalam melakukan upaya paksa maupun penangkapan.
Menurut Roman, Boy diketahui hanya berhubungan dengan eks Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi dan tidak berinteraksi langsung dengan Didik Putra Kuncoro. Namun, keterangan dari Malaungi pun masih terbatas karena ia mengaku hanya mengetahui nama panggilan “Boy” tanpa identitas lengkap.
Kondisi itu membuat penyidik perlu bekerja lebih hati-hati dalam menyusun profil target. Meski identitas lengkap belum didapat, pihak kepolisian menegaskan bahwa pengejaran tetap berjalan dan Boy tetap menjadi bagian dari pengembangan perkara yang sedang ditangani.
Pengusutan kasus ini dinilai memasuki babak baru setelah penangkapan Ko Erwin dan Ais Setiawati. Bareskrim juga menyatakan penelusuran masih terus dilakukan untuk mendalami kemungkinan aliran dana maupun distribusi narkotika lain yang melibatkan pihak-pihak berbeda, sementara perburuan Boy dipandang sebagai kunci untuk mengurai jaringan secara lebih menyeluruh.






