Insiden yang melibatkan mobil listrik Lynk & Co Z20 memicu perhatian publik setelah sistem perintah suara diduga salah memahami instruksi pengemudi dan mematikan lampu depan saat kendaraan sedang melaju. Kejadian itu kemudian mendorong produsen melakukan penyesuaian cepat pada logika kontrol berbasis suara.
Berdasarkan laporan media China, insiden terjadi pada malam hari ketika pengemudi bermaksud menyesuaikan lampu interior melalui voice command. Namun, sistem kokpit justru mematikan lampu depan eksternal, sehingga visibilitas menurun drastis dan mobil menabrak pembatas jalan.
Video yang beredar menunjukkan pengemudi sempat berulang kali mencoba memberi perintah suara untuk menyalakan kembali lampu. Meski demikian, sistem memberikan umpan balik bahwa operasi tersebut tidak dapat dilakukan ketika mobil sedang bergerak, sehingga pengemudi kehilangan waktu berharga untuk mengatasi situasi.
Kasus ini menyoroti risiko dari fitur kendaraan modern yang sangat bergantung pada otomatisasi dan kontrol suara. Kenyamanan digital memang meningkat, tetapi kesalahan interpretasi dalam fungsi kritis seperti lampu depan dapat berdampak langsung pada keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Lynk & Co melalui salah satu eksekutifnya menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa solusi optimalisasi telah diselesaikan. Perusahaan kemudian mendorong pembaruan perangkat lunak melalui sistem over-the-air untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pembaruan tersebut mengubah logika sistem sehingga saat kendaraan sedang bergerak, lampu depan hanya dapat dimatikan melalui operasi manual dan tidak lagi melalui perintah suara. Kebijakan ini menunjukkan bahwa fungsi penting terkait keselamatan kini diprioritaskan untuk tetap berada di bawah kendali langsung pengemudi.
Lynk & Co Z20 sendiri merupakan SUV listrik kompak berbasis arsitektur SEA milik Geely. Model ini dikenal membawa spesifikasi modern, termasuk baterai sekitar 61 kWh, jangkauan hingga 530 km (standar CLTC), serta kemampuan pengisian cepat yang cukup menonjol di kelasnya.
Namun, insiden ini memperlihatkan bahwa kecanggihan spesifikasi kendaraan tidak otomatis meniadakan risiko pada sisi perangkat lunak dan antarmuka pengguna. Integrasi teknologi pintar perlu diimbangi dengan desain fail-safe, terutama untuk fitur yang berkaitan dengan pencahayaan, pengereman, dan fungsi keselamatan lain.
Perubahan cepat yang dilakukan Lynk & Co menjadi pelajaran penting bagi industri otomotif digital bahwa pembaruan software bukan hanya soal fitur baru, tetapi juga mitigasi risiko. Ke depan, pengujian skenario perintah suara pada fungsi-fungsi kritis akan semakin penting agar kenyamanan teknologi tidak mengorbankan keselamatan berkendara.






