Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan budaya Nusantara. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Sarasehan Kebudayaan Nusantara yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Yayasan Bambu Indonesia, di kediaman budayawan Jatnika, pada Minggu sore, 1 Maret 2026.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Menteri Perdagangan RI, serta Kepala Badan Narkotika Nasional RI. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menunjukkan bahwa isu kebudayaan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan pembangunan karakter bangsa, ekonomi kreatif, dan ketahanan sosial.
Dalam keterangannya, Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukur atas kesempatan hadir pada forum tersebut. Menurutnya, momentum Ramadan yang dipadukan dengan sarasehan budaya menjadi ruang yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam merawat kebudayaan sebagai identitas bangsa.
Ia menilai kebersamaan seperti ini memiliki nilai strategis, karena mempertemukan para pemangku kepentingan dalam suasana yang lebih reflektif. Bagi Rudy, dialog kebudayaan di bulan suci tidak hanya memperkuat hubungan personal, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam pelestarian budaya.
Rudy menegaskan bahwa kebudayaan Nusantara harus dilihat sebagai fondasi persatuan dan jati diri bangsa. Di tengah dinamika global yang terus bergerak cepat, nilai-nilai budaya dinilai tetap relevan sebagai perekat sosial dan penopang karakter masyarakat.
Menurutnya, Sarasehan Kebudayaan Nusantara menjadi wadah penting untuk berdialog dan melakukan refleksi bersama tentang posisi kebudayaan dalam kehidupan berbangsa. Forum seperti ini juga dapat membantu memperluas perspektif bahwa pelestarian budaya bukan hanya urusan komunitas budaya, tetapi bagian dari agenda pembangunan nasional.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya. Dukungan tersebut dipandang sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan, karena kemajuan wilayah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai dan identitas budaya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan kerja antara pemerintah pusat dan daerah dalam merancang langkah-langkah pelestarian budaya yang lebih solid. Sinergi tersebut dinilai penting agar upaya menjaga budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan antarlevel pemerintahan.
Melalui sarasehan ini, semangat kolaborasi untuk merawat budaya Nusantara kembali ditegaskan. Pesan utamanya jelas: pembangunan Indonesia yang kuat tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menjaga akar budaya luhur sebagai pijakan masa depan bangsa.






