Ferrari dikabarkan tengah menyiapkan versi performa tinggi untuk Purosangue, SUV pertama dalam sejarah merek asal Maranello itu. Jika benar meluncur, varian anyar ini akan menjadi langkah lanjutan Ferrari dalam menyegarkan salah satu model terpentingnya tanpa harus meninggalkan identitas utama yang sudah melekat kuat pada Purosangue sejak debut globalnya pada 2022.
Beberapa sumber menyebut varian baru tersebut akan membawa peningkatan dari sisi pengendalian, rasa kemudi, dan karakter berkendara secara keseluruhan. Menariknya, Ferrari disebut tetap mempertahankan mesin V12 naturally aspirated sebagai jantung pacunya. Artinya, ketika banyak rival makin akrab dengan elektrifikasi penuh atau sistem hybrid agresif, Ferrari masih percaya ada ruang besar untuk mesin tradisional berperforma tinggi.
Kalau rencana ini berjalan sesuai jadwal, produksi versi anyar Purosangue diperkirakan mulai masuk paruh kedua tahun ini. Kehadiran model baru itu bukan sekadar mempercantik katalog, melainkan juga memperkuat citra Ferrari di segmen SUV performa tinggi yang kini semakin ramai. Dalam dunia otomotif premium, penyegaran seperti ini sering kali bukan soal “ganti baju”, melainkan cara menjaga aura eksklusif tetap panas.
Purosangue sendiri selama ini dibekali mesin V12 6,5 liter yang menghasilkan sekitar 725 tenaga kuda. Dengan basis sehebat itu, wajar jika publik bertanya-tanya apakah versi performa tinggi nanti akan hadir dalam bentuk paket peningkatan seperti Assetto Fiorano, atau justru tampil sebagai varian yang lebih ekstrem layaknya keluarga Speciale di lini Ferrari lainnya.
Belum ada kepastian apakah Ferrari akan mengambil pendekatan ringan seperti revisi sasis, pengurangan bobot, dan penyetelan aerodinamika, atau menghadirkan evolusi yang lebih jauh dari aspek desain dan performa. Namun pola yang pernah diterapkan pada SF90 Stradale dan 296 GTB menunjukkan Ferrari cukup piawai membuat versi tambahan yang terasa eksklusif tanpa perlu menciptakan model benar-benar baru dari nol.
Dari sisi strategi bisnis, langkah ini masuk akal. Ferrari selama ini menjaga produksi tetap terbatas untuk mempertahankan eksklusivitas merek. Pada 2025, total produksi perusahaan mendekati 14.000 unit, dengan porsi Purosangue dijaga sekitar 20 persen dari output tahunan. Strategi ini membuat permintaan tetap tinggi, waktu tunggu panjang, dan harga tetap terjaga pada level premium. Singkatnya, Ferrari tidak menjual sekadar mobil, tapi juga rasa susah didapat yang bikin orang makin kepincut.
Sejak diperkenalkan, Purosangue memainkan peran penting dalam memperluas basis pelanggan Ferrari. Model empat pintu dan empat kursi pertama itu berhasil menarik kolektor baru serta pembeli yang sebelumnya mungkin tidak melirik Ferrari dua penumpang. Dengan harga mulai sekitar 520.000 dolar AS, Purosangue ikut mengangkat struktur produk sekaligus menaikkan harga jual rata-rata Ferrari secara keseluruhan.
Jika versi performa tinggi benar-benar meluncur, Ferrari akan mempertegas bahwa masa depan mereka tidak hanya soal hybrid dan kendaraan listrik. Ya, EV pertama Ferrari bernama Luce sudah di depan mata, tetapi Purosangue yang lebih galak akan menjadi pengingat bahwa mesin V12 masih punya panggung. Bagi penggemar Ferrari, itu bukan kabar kecil. Itu seperti mendengar koki favorit bilang, “Tenang, resep klasik belum kami pensiunkan.”






