Pasar mobil listrik bekas di Amerika Serikat mulai menunjukkan perubahan besar. Jika dulu kendaraan listrik bekas sering dipandang sebagai produk yang cepat turun nilai dan mahal dirawat, kini justru semakin banyak konsumen melihatnya sebagai pilihan yang masuk akal di tengah harga bensin yang terus tinggi.
Data terbaru dari Cox Automotive mencatat penjualan mobil listrik bekas pada Januari 2026 naik 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, penjualan kategori ini juga meningkat 35 persen dibandingkan 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik bekas perlahan naik kelas dari opsi cadangan menjadi incaran utama.
Salah satu faktor utamanya adalah harga jual yang semakin rasional. Selisih harga antara mobil listrik bekas dan mobil bensin di kelas yang sama kini semakin sempit. Pada Desember 2025, pembeli masih harus menambah sekitar 2.591 dolar AS untuk memiliki EV bekas, tetapi pada Januari angka itu turun tajam menjadi sekitar 1.376 dolar AS.
Penurunan harga ini dipicu oleh beberapa hal sekaligus. Gelombang kendaraan listrik eks-sewa yang mulai kembali ke pasar sejak 2023 membuat suplai bertambah. Di saat yang sama, kebijakan Tesla yang berkali-kali menurunkan harga mobil baru pada 2023–2024 ikut mendorong harga Tesla bekas turun, lalu menyeret harga pasar EV bekas secara umum.
Namun, alasan orang Amerika tertarik tidak cuma soal murah. Ada perubahan cara pandang terhadap daya tahan mobil listrik. Studi-studi terbaru menunjukkan baterai modern mampu bekerja dengan baik hingga kisaran 160.000 kilometer, sementara garansi baterai dari pabrikan juga membantu mengurangi kekhawatiran soal biaya perbaikan besar.
Infrastruktur pengisian publik juga mulai mengubah persepsi lama. Dengan dukungan anggaran federal serta bertambahnya titik pengisian cepat, menemukan charger di banyak area perkotaan kini dianggap jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Rasa takut kehabisan daya perlahan tergeser oleh perhitungan ekonomi yang lebih dingin dan realistis.
Saat harga bahan bakar naik, logika konsumen ikut berubah. Banyak rumah tangga kini lebih memilih EV bekas karena menawarkan penghematan operasional tanpa harus membayar harga mobil listrik baru yang masih tinggi. Jadi, kalau dulu mobil listrik dianggap eksperimen, sekarang mulai terasa seperti strategi bertahan hidup yang cukup masuk akal.
Dengan 56 persen kendaraan listrik bekas di pasar kini dibanderol di bawah 30.000 dolar AS, tahun 2026 diprediksi menjadi momentum penting bagi ekspansi EV bekas. Bagi jutaan konsumen dengan anggaran terbatas, ini bisa menjadi pintu masuk ke mobil hijau yang lebih terjangkau, tanpa perlu merasa sedang membeli masa depan dengan harga yang terlalu mahal.






