VinFast kini memiliki beberapa pilihan motor listrik dengan tampilan yang sekilas mirip, tetapi sebenarnya memakai sistem penggunaan energi yang berbeda. Ada model dengan sistem tukar baterai, ada juga yang diisi langsung melalui pengisian daya biasa, ditambah varian pelajar dengan tenaga yang lebih rendah. Bagi calon pembeli, perbedaan ini penting dipahami sebelum menentukan pilihan.
Pada kelompok motor listrik dengan sistem tukar baterai, VinFast menghadirkan beberapa model seperti Evo, Viper, dan Feliz II. Umumnya, identitas model ini bisa dibedakan lewat nama atau stempel kendaraan. Evo misalnya dikenal sebagai motor swap battery, sementara Feliz II juga dibedakan dari versi sebelumnya lewat penanda pada bodi.
Sistem tukar baterai dirancang untuk pengguna yang mengutamakan kecepatan. Ketika daya habis, pengguna tidak perlu menunggu kendaraan terisi ulang, melainkan cukup menukar baterai di stasiun yang tersedia. Model seperti ini cocok untuk area yang sudah memiliki infrastruktur penukaran baterai yang memadai.
Di sisi lain, VinFast juga punya lini motor listrik pelajar. Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran “Lite” pada nama model, seperti Evo Grand Lite, Evo Lite, atau Feliz Lite. Motor kategori ini dirancang dengan tenaga setara kendaraan di bawah 50 cc, sehingga tidak memerlukan SIM dan lebih ramah untuk pengguna muda.
Contohnya, Evo Grand Lite dibekali motor listrik dengan tenaga sekitar 2,55 hp dan kecepatan maksimum 48 km/jam. Dalam kondisi standar, jangkauan operasinya sekitar 70 km per pengisian. Jika pengguna menambah baterai ekstra, jarak tempuhnya dapat meningkat cukup signifikan tergantung kondisi jalan.
Kelompok lain adalah motor listrik VinFast dengan baterai isi ulang langsung. Di lini ini terdapat model seperti Evo Grand, Feliz 2025, dan Vero X. Secara desain, beberapa di antaranya memang mirip dengan versi tukar baterai, tetapi penamaan dan detail teknis di bodi biasanya membedakan kedua sistem tersebut.
Pada model isi ulang langsung, baterai utama terpasang tetap di lantai kendaraan, dan beberapa varian menyediakan slot tambahan untuk baterai kedua. Pengguna perlu mengatur perpindahan daya secara manual saat salah satu baterai mulai menipis. Jadi, ini bukan sekadar naik motor lalu lupa, karena tetap ada sedikit interaksi teknis yang perlu dipahami pemiliknya.
Pada akhirnya, memilih motor listrik VinFast sangat tergantung pada kondisi infrastruktur dan kebiasaan pengguna. Jika tinggal dekat stasiun penukaran dan ingin proses serba cepat, model swap battery lebih cocok. Namun bila pengguna ingin fleksibel mengisi daya di rumah dan membutuhkan jangkauan lebih jauh dengan baterai tambahan, model isi ulang langsung bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.






