Jaecoo J5 EV mencuri perhatian di pasar Indonesia setelah mencatat penyerahan lebih dari 7.000 unit kepada konsumen hanya sekitar setahun sejak masuk ke negara tersebut. Angka itu memperlihatkan bahwa SUV listrik ini mampu mendapat tempat cukup cepat di tengah persaingan kendaraan elektrifikasi yang semakin ramai di kawasan Asia Tenggara.
Informasi tersebut diumumkan dalam acara temu komunitas pengguna yang digelar Chery Indonesia. Dalam kegiatan itu, pemilik berbagai model seperti J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P berkumpul untuk berbagi pengalaman penggunaan kendaraan. Ajang seperti ini juga menjadi cara produsen memperlihatkan bahwa basis pengguna mereka mulai tumbuh, bukan cuma ramai di brosur.
Berdasarkan data ritel dari GAIKINDO, J5 EV membukukan penjualan 1.942 unit pada Januari 2026 dan 2.926 unit pada Februari 2026. Capaian itu menjadikannya sebagai salah satu SUV listrik dengan performa penjualan paling menonjol dalam dua bulan pertama tahun ini. Dengan tren seperti itu, tak heran bila model ini mulai dianggap sebagai pemain yang serius, bukan sekadar pendatang baru yang lewat sebentar.
J5 EV merupakan mobil listrik pertama Jaecoo yang dipasarkan di Indonesia. Model ini mengusung motor listrik bertenaga 155 kW atau sekitar 210 hp, dipadukan dengan baterai berkapasitas 60,9 kWh. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan melaju hingga sekitar 461 km dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC, serta mendukung pengisian cepat hingga 130 kW.
Selain menawarkan model listrik murni, Jaecoo juga mendorong lini hybrid di Indonesia. Dua model yang ikut diperkenalkan adalah J7 SHS-P dan J8 SHS-P. Salah satu yang cukup menonjol adalah J8 SHS-P, yang disebut mencetak rekor MURI di Indonesia setelah menempuh perjalanan sejauh 1.660 km dalam kondisi gabungan pengisian baterai dan bahan bakar.
Keberhasilan di Indonesia tampaknya menjadi pijakan untuk ekspansi berikutnya. Menurut rencana, Jaecoo J5 EV diperkirakan akan diperkenalkan di Vietnam pada kuartal kedua. Jika benar masuk pasar tersebut, model ini akan bersaing di segmen SUV listrik menengah yang kini semakin menarik karena diisi oleh produk lokal maupun impor dengan karakter berbeda-beda.
Masuknya J5 EV ke Vietnam juga menunjukkan bahwa pabrikan asal China makin percaya diri membawa model listrik mereka ke pasar Asia Tenggara. Indonesia tampak menjadi tempat pembuktian awal, sementara Vietnam bisa menjadi panggung berikutnya untuk mengukur daya saing produk ini di kawasan. Strateginya cukup jelas: bangun momentum di satu negara, lalu dorong ekspansi ke negara tetangga.
Dengan bekal penjualan awal yang kuat, spesifikasi yang kompetitif, dan dukungan ekosistem merek yang mulai diperluas lewat model hybrid, Jaecoo J5 EV punya modal yang cukup untuk terus diperhitungkan. Tantangan berikutnya tentu bukan hanya meluncur ke pasar baru, tetapi menjaga antusiasme tetap tinggi saat kompetitor mulai berdatangan dengan senjata yang sama-sama serius.






