NHTSA Tolak Usulan Recall 2,26 Juta Mobil Tesla di Amerika

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Listrik Tesla

Mobil Listrik Tesla

Regulator keselamatan jalan raya Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melanjutkan usulan penarikan lebih dari 2,26 juta kendaraan Tesla. Keputusan itu diambil setelah National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA menyatakan tidak menemukan bukti adanya cacat teknis yang menimbulkan risiko keselamatan terkait sistem akselerator pada kendaraan Tesla.

Kasus ini berawal dari petisi yang diajukan pada Maret 2023. Dalam petisi tersebut, muncul kekhawatiran bahwa kendaraan Tesla dapat meningkatkan risiko salah injak pedal, khususnya pada model dengan karakteristik berkendara satu pedal atau one-pedal driving. Sistem itu memungkinkan mobil melambat saat pengemudi melepas pedal akselerator, sehingga pola kendaraannya terasa berbeda dibanding mobil konvensional.

Pengusul petisi menilai perbedaan karakter ini bisa memicu akselerasi yang tidak diinginkan dalam situasi tertentu. Kekhawatiran tersebut kemudian mendorong permintaan penarikan skala besar. Namun setelah melakukan evaluasi, NHTSA menyatakan data yang tersedia tidak menunjukkan adanya kesalahan teknis pada sistem kendaraan maupun bukti bahwa mobil bereaksi di luar kendali pengemudi.

Menurut regulator, jumlah insiden yang dikaitkan dengan dugaan masalah itu tergolong sangat kecil. Data kendaraan juga memperlihatkan bahwa sistem tetap merespons sesuai input dari pengemudi. Dengan kata lain, tuduhan bahwa ada cacat bawaan yang membuat Tesla berakselerasi secara tidak normal belum terbukti. Kadang memang masalah terdengar dramatis, tetapi data berkata, “tenang dulu, bro.”

NHTSA juga menyoroti bahwa fitur pengereman regeneratif dan mode mengemudi satu pedal bukan hanya milik Tesla. Teknologi serupa telah dipakai luas di banyak mobil listrik lain. Karena itu, keberadaan sistem tersebut tidak bisa otomatis dianggap sebagai sumber bahaya tanpa dukungan bukti teknis yang jelas dan konsisten.

Meski menolak usulan recall ini, bukan berarti Tesla sepenuhnya lepas dari sorotan regulator. NHTSA menegaskan akan tetap memantau perkembangan data keselamatan baru, termasuk laporan kecelakaan atau keluhan lain yang mungkin muncul di masa mendatang. Jadi, statusnya bukan “bebas mutlak,” melainkan lebih mirip “lolos untuk saat ini.”

Di sisi lain, tekanan terhadap Tesla justru berlanjut pada aspek yang berbeda, yakni sistem bantuan berkendara Full Self-Driving atau FSD. Regulator AS kini meningkatkan penyelidikan terhadap sekitar 3,2 juta kendaraan Tesla yang dilengkapi sistem tersebut. Fokusnya adalah apakah perangkat lunak FSD mampu mendeteksi dan merespons kondisi visibilitas buruk dengan aman.

Penyelidikan atas FSD sendiri bermula pada Oktober 2024 dan kini telah masuk tahap analisis teknis. Tahap ini penting karena menjadi langkah formal sebelum regulator dapat meminta penarikan bila ditemukan pelanggaran atau risiko keselamatan yang serius. Dengan demikian, meski Tesla terhindar dari recall besar terkait pedal akselerator, perusahaan itu masih harus menghadapi ujian lain yang tidak kalah besar.

Dalam perkembangan terpisah, Tesla juga menyebut regulator transportasi Belanda sedang meninjau dokumen terkait sistem FSD dan diharapkan mengambil keputusan lisensi pasar pada 10 April. Jika proses itu berjalan mulus, peluang pengakuan yang lebih luas di Eropa bisa terbuka. Jadi, di satu sisi Tesla bernapas lega di Amerika, tetapi di sisi lain tetap harus siap menghadapi bab berikutnya dalam drama panjang soal keselamatan dan otomasi berkendara.

Berita Terkait

Pilihan Baru Toyota GR Corolla Facelift Hadir dengan Performa Lebih Ganas
XPeng P7 Tantang Dominasi Sedan Listrik Premium dengan Teknologi dan Desain Futuristik
Zeekr 7X dan Zeekr 009 Resmi Gebrak Pasar SUV Listrik Mewah Global
Strategi Mobil Mewah Mercedes-Benz di China Mulai Dipertanyakan Investor Besar
Hyundai dan Kia Cetak Rekor Penjualan di India Berkat Demam SUV
Tes Tesla Model Y Taksi Buktikan Fast Charging Tak Selalu Merusak Baterai
Pajak Wuling Air ev 2026, Cek Tarif Terbaru & Aturan Baru
Mobil Listrik 2026, Apakah Benar-Benar Bikin Hemat? Cek Fakta, Harga, dan Tipsnya di Sini!

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Pilihan Baru Toyota GR Corolla Facelift Hadir dengan Performa Lebih Ganas

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

XPeng P7 Tantang Dominasi Sedan Listrik Premium dengan Teknologi dan Desain Futuristik

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Zeekr 7X dan Zeekr 009 Resmi Gebrak Pasar SUV Listrik Mewah Global

Selasa, 21 April 2026 - 08:54 WIB

Strategi Mobil Mewah Mercedes-Benz di China Mulai Dipertanyakan Investor Besar

Selasa, 21 April 2026 - 08:54 WIB

Hyundai dan Kia Cetak Rekor Penjualan di India Berkat Demam SUV

Berita Terbaru