Hyundai dan Kia mencatat pencapaian besar di pasar otomotif India pada kuartal pertama 2026. Dua merek asal Korea Selatan itu berhasil mencetak rekor penjualan tertinggi berkat pulihnya permintaan domestik dan strategi produk yang sangat bertumpu pada segmen SUV.
Data penjualan menunjukkan Hyundai membukukan 208.275 unit, sementara Kia menyumbang 84.316 unit. Total gabungan keduanya mendekati 300.000 kendaraan hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut menegaskan bahwa India kini menjadi salah satu medan pertarungan paling penting bagi produsen otomotif global.
Hyundai menikmati pertumbuhan kuat baik di pasar domestik maupun ekspor. Penjualan dalam negeri perusahaan naik 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 166.578 unit, sedangkan ekspornya meningkat 9,4 persen hingga 41.697 unit. Pada Maret 2026 saja, Hyundai berhasil menjual 55.064 kendaraan di pasar domestik, menjadi rekor bulanan tertinggi yang pernah dicapai perusahaan di India.
Pertumbuhan Hyundai didorong oleh model-model seperti Verna dan Exter, ditambah portofolio produk lokal yang dinilai sesuai dengan selera pasar India. Konsumen di sana semakin tertarik pada kendaraan yang menawarkan posisi duduk lebih tinggi, desain gagah, serta paket fitur yang lebih lengkap. Dalam bahasa sederhananya, mobil sekarang bukan cuma alat jalan, tapi juga pernyataan gaya hidup yang ingin kelihatan “naik kelas”.
Di sisi lain, Kia juga mencatat kuartal pertama terbaiknya di India. Penjualannya naik 11,6 persen secara tahunan, sementara pada Maret 2026 saja, Kia tumbuh 14,5 persen menjadi 29.112 unit. Rekor ini didorong oleh kuatnya performa model seperti Seltos, Sonet, dan Carens.
Generasi baru Kia Seltos tampil sebagai bintang utama. Penjualan bulanannya bahkan menembus angka 10.000 unit, menjadikannya salah satu model paling penting dalam portofolio Kia di India. Seltos dianggap berhasil menjawab kebutuhan pasar akan SUV yang tampil modern, sarat fitur, dan tetap kompetitif dari sisi harga.
India saat ini merupakan pasar mobil terbesar ketiga di dunia dan terus berkembang berkat naiknya pendapatan kelas menengah serta peningkatan kebutuhan mobilitas pribadi. Tren konsumen juga bergeser ke kendaraan berprofil tinggi yang menawarkan fitur keselamatan dan teknologi lebih baik. Kondisi ini membuat strategi fokus pada SUV terasa sangat tepat bagi Hyundai dan Kia.
Untuk menjaga momentum, kedua perusahaan kini memperluas lini produk premium, memperkuat jaringan penjualan, dan meningkatkan layanan purnajual. Kia disebut telah memiliki 862 titik layanan di seluruh India, sementara Hyundai terus mengembangkan teknologi kendaraan terkoneksi untuk memperbaiki pengalaman pengguna. Dengan fondasi seperti ini, Hyundai dan Kia tampak tidak sekadar sedang menikmati musim panen, tetapi juga menanam bibit lebih besar untuk masa depan pasar India.






