Sektor pertanian di Jawa Barat menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang 2025. Luas panen padi di provinsi ini tercatat mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan angka tetap tahun 2025, luas panen padi mencapai sekitar 1,76 juta hektare, meningkat sekitar 0,28 juta hektare atau hampir 19 persen dibandingkan realisasi 2024.
Perhitungan produksi padi dilakukan dengan metode terpadu yang menggabungkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) untuk mengukur luas panen dan survei ubinan untuk mengetahui tingkat produktivitas. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pertanian di lapangan.
Data BPS Jawa Barat menunjukkan bahwa Kabupaten Indramayu masih menjadi wilayah dengan lahan baku sawah terluas, disusul oleh Karawang dan Subang. Secara umum, peningkatan luas panen terjadi di seluruh periode tanam sepanjang 2025, dengan lonjakan terbesar tercatat pada awal tahun. Pada periode tanam pertama, luas panen meningkat lebih dari 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, diikuti kenaikan dua digit pada periode tanam berikutnya.
Kondisi positif ini diproyeksikan berlanjut pada awal 2026. Potensi luas panen padi Jawa Barat pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 0,42 juta hektare, lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan luas panen tersebut turut mendorong kenaikan produksi.
Sepanjang 2025, produksi padi Jawa Barat tercatat sekitar 10,23 juta ton gabah kering giling. Angka ini naik lebih dari 18 persen dibandingkan 2024, terutama dipengaruhi oleh bertambahnya luas panen. Sejalan dengan itu, produksi beras juga meningkat menjadi sekitar 5,91 juta ton. Untuk awal 2026, potensi produksi padi diperkirakan menembus 2,48 juta ton, sementara produksi beras berpotensi mencapai 1,43 juta ton.
Tidak hanya padi, komoditas jagung juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 108 ribu hektare, meningkat sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak panen jagung masih terjadi pada bulan Maret, sebagaimana pola yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Memasuki Januari hingga Maret 2026, luas panen jagung di Jawa Barat diproyeksikan kembali meningkat menjadi sekitar 42,6 ribu hektare. Proyeksi ini didasarkan pada hasil pengamatan KSA akhir 2025 dengan asumsi seluruh tanaman jagung yang ada dapat dipanen secara optimal.
Secara keseluruhan, peningkatan luas panen dan produksi padi serta jagung sepanjang 2025 menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan Jawa Barat. Tren ini juga menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang penting perekonomian daerah dan berpotensi terus tumbuh pada tahun berikutnya.






