PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo terus memperkuat manajemen risiko dan ketahanan operasional sebagai langkah strategis menjaga stabilitas layanan asuransi di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis. Upaya ini dilakukan melalui penerapan tata kelola terintegrasi yang mencakup kebijakan internal, infrastruktur pendukung, sumber daya manusia, teknologi informasi, hingga standar operasional perusahaan.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menjelaskan bahwa perusahaan menyiapkan berbagai skenario agar tetap mampu beroperasi optimal dalam beragam kondisi, termasuk situasi darurat. Fokus utama diarahkan pada penguatan Business Continuity Management System (BCMS) sebagai fondasi pengelolaan risiko gangguan operasional.
BCMS tersebut dirancang untuk mengantisipasi risiko yang bersumber dari faktor alam, seperti gempa bumi dan bencana lainnya, maupun risiko non-alam seperti serangan siber. Askrindo telah melakukan sejumlah uji coba penerapan BCMS di berbagai kantor cabang, termasuk simulasi saat terjadi bencana, guna memastikan rencana keberlanjutan bisnis dapat dijalankan secara efektif sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Melalui sistem ini, Askrindo memastikan setiap unit kerja memiliki panduan yang jelas dalam menjaga proses bisnis tetap berjalan ketika risiko terjadi. Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak gangguan sekaligus menjaga kepercayaan nasabah terhadap layanan perusahaan.
Sebagai bagian dari holding asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group, Askrindo juga berkomitmen memenuhi standar internasional dalam pengelolaan keberlanjutan usaha. Hingga kini, perusahaan telah mempertahankan sertifikasi ISO 22301 sejak 2019 dan telah memasuki siklus ketiga, setelah melalui audit menyeluruh oleh British Standards Institution (BSI).
Pencapaian tersebut menjadi bukti kesiapan Askrindo dalam menghadapi berbagai potensi disrupsi, sekaligus menegaskan keseriusan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional di tengah dinamika dan risiko industri asuransi yang terus berkembang.






