Bitcoin Turun Empat Pekan, Analis Pantau ETF dan Level Kunci

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin

Bitcoin

Pasar kripto kembali memasuki fase penuh tanya. Bitcoin, aset digital terbesar di dunia, mencatat penurunan untuk pekan keempat berturut-turut. Pergerakan ini memicu perdebatan baru: apakah harga sudah menyentuh titik terendah, atau justru masih menyimpan ruang koreksi?

Di tengah pemulihan cepat pada akhir pekan, tren besar tetap tampak belum stabil. Harga Bitcoin dilaporkan berada di kisaran lebih dari 68.000 dolar AS per BTC. Angka tersebut menandakan penurunan lebih dari 40% dari puncak historisnya yang hampir 127.000 dolar AS, yang tercatat pada Oktober tahun lalu.

Yang membuat sebagian investor gelisah, Bitcoin belum mampu mengikuti laju emas maupun pasar saham yang sempat menunjukkan penguatan. Ketika aset lindung nilai menguat, kripto justru melemah. Menurut data CoinGecko, kapitalisasi total pasar kripto menyusut hampir 2 triliun dolar AS dalam periode penurunan ini.

Greg Magadini, direktur derivatif di Amberdata, menilai pertanyaan kunci saat ini adalah apakah pasar kripto sudah menemukan dasar atau masih berada dalam proses “mencari keseimbangan” yang lebih rendah. Ia menyebut dua indikator yang banyak dipantau pelaku pasar: tren perusahaan yang menyimpan aset digital dalam perbendaharaan, serta arus dana pada ETF Bitcoin spot.

Penurunan terbaru disebut mulai menguat setelah aksi jual besar pada 10 Oktober 2025, ketika likuidasi bernilai miliaran dolar terjadi. Sejak periode tersebut, investor dilaporkan menarik lebih dari 8,4 miliar dolar AS dari ETF Bitcoin spot yang tercatat di Amerika Serikat. Arus keluar ini sering dibaca sebagai sinyal penurunan selera risiko.

Sentimen hati-hati juga terlihat dari langkah Standard Chartered. Bank yang selama ini dikenal optimistis terhadap prospek Bitcoin disebut memangkas proyeksi kuartal ketiga hingga sepertiga dari perkiraan harga akhir tahun. Skenario yang mereka ajukan: Bitcoin berpotensi turun ke 50.000 dolar AS sebelum pulih ke sekitar 100.000 dolar AS pada akhir tahun—lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 150.000 dolar AS.

Meski begitu, tidak semua analis memandang gelap. Sebagian melihat peluang pemantulan masih terbuka jika level teknikal tertentu tetap bertahan. Tony Sycamore dari IG Australia menyoroti rata-rata pergerakan 200 minggu di 58.239 dolar AS sebagai ambang krusial yang perlu dijaga.

Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, ia menilai ruang untuk kembali menguji 75.000 dolar AS masih ada, dengan zona resistensi penting di sekitar 73.000–75.000 dolar AS. Artinya, pasar berada dalam duel antara tekanan jual dan peluang rebound yang sama-sama kuat.

Untuk saat ini, investor terlihat menunggu pemicu baru: apakah arus ETF akan kembali positif, apakah likuidasi mereda, dan apakah psikologi pasar membaik. Empat pekan penurunan memberi pelajaran klasik di kripto—volatilitas tinggi menuntut disiplin, bukan sekadar keyakinan.

Berita Terkait

Kekuatan Militer China Kini Setara Amerika Serikat dan Jadi Ancaman Terbesar
Tekanan Hebat Jerome Powell di Tengah Badai Konflik Internal The Fed
Konflik Global Mengancam Asia Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Mulai Dipangkas Lembaga Internasional
Korea Utara dan Rusia Perkuat Aliansi Narasi Militer Lawan Dominasi Barat
Donald Trump Peringatkan Vladimir Putin Terkait Potensi Dampak Kerusakan Perang Iran
Kim Jong-un Puji Peran Militer Korut dalam Konflik Ukraina, Sinyal Eskalasi Global
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan Akibat Inflasi AS Belum Stabil
Konflik AS-Iran Telan Biaya Rp395 Triliun dan Bebani Ekonomi Global

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:15 WIB

Kekuatan Militer China Kini Setara Amerika Serikat dan Jadi Ancaman Terbesar

Kamis, 30 April 2026 - 16:14 WIB

Tekanan Hebat Jerome Powell di Tengah Badai Konflik Internal The Fed

Kamis, 30 April 2026 - 16:14 WIB

Konflik Global Mengancam Asia Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Mulai Dipangkas Lembaga Internasional

Kamis, 30 April 2026 - 16:14 WIB

Korea Utara dan Rusia Perkuat Aliansi Narasi Militer Lawan Dominasi Barat

Kamis, 30 April 2026 - 16:01 WIB

Donald Trump Peringatkan Vladimir Putin Terkait Potensi Dampak Kerusakan Perang Iran

Berita Terbaru