Musim pertama penggunaan bola Puma di Liga Premier memicu perdebatan. Lonjakan gol jarak jauh dan tendangan bebas membuat banyak pihak mempertanyakan karakteristik bola baru.
Beberapa pemain seperti Dominik Szoboszlai dan Erling Haaland mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Frekuensi gol jarak jauh meningkat signifikan.
Pelatih dan kiper sempat mengakui perlu adaptasi terhadap bola baru. Perbedaan rasa sentuhan disebut menjadi tantangan awal.
Namun data statistik menunjukkan semua bola harus memenuhi standar FIFA. Perbedaan teknis berada dalam batas toleransi yang ketat.
Peneliti olahraga dari Universitas Loughborough menguji bola Puma dan Nike menggunakan kamera berkecepatan tinggi serta lengan robotik.
Hasilnya, perbedaan lintasan tidak signifikan. Teknik pemain, sudut tembakan, dan kecepatan justru menjadi faktor utama.
Lonjakan gol jarak jauh juga dipengaruhi taktik tim yang bertahan rapat. Pemain dipaksa mencoba tembakan dari luar area penalti.
Dengan demikian, fenomena ini kemungkinan lebih terkait kualitas dan kepercayaan diri pemain dibanding karakteristik bola semata.






