Suasana car free day (CFD) di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta, terlihat lebih padat pada pekan terakhir menjelang Ramadan. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk olahraga, jalan santai, hingga swafoto di sekitar Bundaran HI sebelum aktivitas Ramadan mengubah rutinitas akhir pekan.
Salah satu pengunjung mengaku CFD kali ini terasa meriah karena banyak orang seperti “mumpung” berkumpul dan beraktivitas di luar sebelum memasuki bulan puasa. Ada juga yang datang rutin setiap minggu, namun sengaja menambah agenda gowes lebih jauh sebagai bentuk “pemanasan” sebelum jadwal berubah.
Pengunjung lain menyebut mereka datang karena kebetulan libur bersamaan. Mereka memperkirakan saat Ramadan tiba, frekuensi ke CFD akan berkurang. Meski begitu, olahraga tidak berhenti—hanya jamnya yang bergeser, misalnya lebih sering dilakukan pada malam hari.
Di sisi lain, ada warga yang mengatakan tetap akan bersepeda saat Ramadan, termasuk di pagi hari. Menurutnya, suasana CFD selama puasa biasanya jauh lebih lengang. Ia memperkirakan jumlah pengunjung bisa turun drastis, dan area pedagang pun biasanya berkurang sehingga jalur lebih lapang untuk pesepeda.
Keramaian CFD jelang Ramadan ini menjadi gambaran sederhana bagaimana ruang publik dipakai warga untuk menjaga kebugaran sekaligus bersosialisasi. Bagi sebagian orang, “puas-puasin dulu” bukan sekadar slogan, tetapi strategi agar tetap bisa aktif meski ritme harian akan berubah saat puasa.






