Pemerintah Desa Rejomulyo bersama Babinsa Koramil 0804/08 Barat mulai mendorong penguatan sektor pertanian melalui pembagian bibit alpukat kepada kelompok tani. Sebanyak 70 bibit disalurkan langsung dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan pertokoan BUMDes Desa Rejomulyo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Kamis, 2 April 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, kepada para petani penerima. Bibit yang dibagikan terdiri atas varietas alpukat Miki dan aligator, dua jenis yang dikenal memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kehadiran bantuan ini menunjukkan bahwa pemerintah desa tidak hanya memikirkan hasil panen jangka pendek, tetapi juga mulai menyiapkan sumber penghasilan jangka menengah bagi masyarakat tani.
Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Camat Barat Ari Budi Astuti, unsur Dinas Kominfo Magetan, Kasi PMD Kecamatan Barat, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota kelompok tani. Komposisi peserta yang cukup lengkap memperlihatkan bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat dukungan lintas unsur pemerintahan dan keamanan di tingkat lokal.
Dalam sambutannya, Camat Barat menjelaskan bahwa tanaman naungan atau pembayang punya banyak manfaat bagi sistem budidaya pertanian. Fungsinya antara lain menjaga suhu dan kelembapan tanah, serta melindungi tanaman lain di sekitarnya dari paparan sinar matahari berlebih, angin kencang, maupun hujan deras. Dengan kata lain, penanaman alpukat di sini bukan semata mengejar buah, tetapi juga membangun ekosistem tanam yang lebih sehat.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan tanaman naungan merupakan strategi yang sering digunakan dalam pola tumpang sari, terutama dalam sistem agroforestri. Buah yang dihasilkan dari tanaman pembayang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan di luar komoditas utama yang ditanam petani. Pendekatan seperti ini cukup menarik karena satu pohon bisa menjalankan dua fungsi sekaligus: menjaga kebun dan mengisi kantong saat panen tiba.
Babinsa Koramil 0804/08 Barat, Serda Gutoyo, menjelaskan bahwa pembagian 70 bibit alpukat ini baru tahap pertama. Ke depan, penyalurannya akan dilakukan bertahap kepada kelompok tani lain di Desa Rejomulyo. Ia juga memandang perlu adanya bimbingan teknis kepada petani, mulai dari perawatan, pemupukan, penyemprotan, hingga penyiraman, agar pertumbuhan pohon bisa optimal dan hasilnya benar-benar maksimal.
Pendampingan teknis ini menjadi penting karena bantuan bibit tanpa pengetahuan budidaya yang memadai sering kali berakhir tidak maksimal. Apalagi alpukat termasuk komoditas bernilai tinggi yang membutuhkan ketelatenan sejak masa tanam. Menurut Gutoyo, saat panen nanti buah alpukat bisa mencapai bobot sekitar 1 kilogram dan dijual dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram. Potensi seperti ini tentu cukup menggoda bagi petani jika pengelolaannya dilakukan dengan benar.
Secara keseluruhan, program pembagian bibit alpukat di Rejomulyo memperlihatkan upaya sederhana tetapi cukup strategis untuk memperkuat ekonomi petani desa. Dengan dukungan pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan pendampingan teknis yang tepat, pohon-pohon yang hari ini masih kecil itu berpotensi menjadi sumber pendapatan baru di masa depan. Bagi petani, kadang harapan memang datang bukan dalam bentuk pidato panjang, tapi lewat bibit yang benar-benar bisa tumbuh dan menghasilkan.






