Alih-alih memulai rencana tahunan hanya dengan membaca angka-angka pasar, PT Epson Indonesia memilih cara yang lebih “mendengar”. Menjelang tahun fiskal 2026, perusahaan menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) bersama awak media di Bangkok, Thailand, pada 11–13 Februari 2026.
Pendekatan ini menunjukkan satu pesan: Epson menganggap perspektif jurnalis bukan sekadar pelengkap publikasi, tetapi sumber masukan yang bisa mengubah cara perusahaan memahami dinamika kebutuhan informasi masyarakat. Di era arus berita yang bergerak cepat, suara media dinilai dapat memotret perubahan tren dan ekspektasi konsumen secara lebih nyata.
Managing Director PT Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, menekankan bahwa forum tersebut bukan seremoni rutin. Ia menyebut masukan yang diterima menjadi bahan untuk perencanaan internal 2026, termasuk pembenahan gaya komunikasi agar lebih relevan dengan lingkungan informasi yang terus berubah.
Menariknya, agenda ini juga menonjolkan sisi humanis. Epson menempatkan hubungan dengan media sebagai kolaborasi jangka panjang, bukan transaksi sesaat demi promosi. Suasana yang dibuat lebih santai di luar rutinitas kantor diharapkan menjaga kedekatan yang sudah terbangun bertahun-tahun, sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih jujur.
Di luar isu komunikasi, Epson juga membawa pembahasan yang lebih “strategis” untuk pasar Indonesia: penguatan produksi lokal. Perusahaan menyebut dirinya sebagai salah satu pemegang sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terbanyak di kategorinya, dengan sekitar 60 produk yang sudah tersertifikasi.
Nolly Dhanurendra dari Brand & Communication Epson Indonesia menekankan bahwa fokus produksi dalam negeri sejalan dengan filosofi kontribusi langsung pada industri nasional. Dalam bahasa sederhana, Epson ingin kehadirannya tidak berhenti pada penjualan perangkat, tetapi ikut mendorong ekosistem manufaktur dan ekonomi teknologi di dalam negeri.
Ada satu detail yang membuat narasi Epson terasa unik: mereka mengambil inspirasi dari Warkop DKI. Filosofinya bukan meniru pesaing, melainkan berani menjadi diri sendiri dan jujur dalam berkarya. Pesan ini dipakai untuk menegaskan bahwa kompetisi utama bukan sekadar “mengalahkan merek lain”, tetapi bagaimana memenangkan hati pelanggan lewat solusi yang benar-benar berguna.
Semangat itu disambungkan dengan kampanye global “Engineer for Good”. Epson menempatkan inovasi—seperti perangkat yang hemat energi dan solusi digital imaging—sebagai bentuk manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Setelah tahap penggalian ide, Epson menyatakan siap menyambut 2026 dengan strategi yang lebih segar dan inklusif. Perusahaan juga menyebut adanya kenaikan eksposur media sekitar 6% pada tahun sebelumnya, dan optimistis kolaborasi yang lebih erat, plus landasan nilai lokal, akan membantu mereka tetap kuat di pasar Indonesia yang semakin kompetitif.






