Pemerintah Kota Bandung mengebut penataan bekas proyek galian Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) agar kondisi jalan kembali rapi sebelum arus Lebaran meningkat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pekerjaan yang sedang berlangsung kini diprioritaskan pada ruas-ruas yang dinilai paling berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Farhan menyampaikan bahwa percepatan dilakukan supaya jalan yang sempat terdampak pengerjaan kabel tidak lagi menimbulkan risiko bagi pengendara. Menurutnya, target utama menjelang Idulfitri bukan hanya mengejar progres proyek, tetapi memastikan permukaan jalan aman dilalui masyarakat.
Ia menekankan bahwa seluruh titik yang sudah dibuka tidak boleh dibiarkan dalam kondisi terbuka terlalu lama. Bekas galian wajib dirapikan terlebih dahulu, sehingga pengguna jalan tidak menghadapi lubang, material berserakan, atau permukaan tidak rata yang dapat memicu kecelakaan.
Pemkot Bandung juga menetapkan pembatasan waktu sementara pekerjaan sampai 5 Maret 2026. Namun pembatasan itu disertai syarat tegas: titik-titik yang sudah digarap harus segera dipulihkan kondisinya. Kebijakan ini diarahkan untuk menekan gangguan lalu lintas menjelang masa mobilitas tinggi Ramadan dan mudik.
Langkah percepatan ini diharapkan bisa mengurangi potensi kemacetan yang timbul akibat proyek utilitas di badan jalan. Selain itu, penutupan galian yang lebih cepat juga penting agar pengendara roda dua dan roda empat tidak terganggu saat melintas di jalur yang sebelumnya terdampak pekerjaan.
Farhan menilai tenggat menjelang Lebaran menjadi momentum penting bagi semua pihak yang terlibat untuk bekerja lebih disiplin. Pemerintah kota ingin memastikan warga merasakan perbaikan nyata, bukan justru tambahan hambatan saat aktivitas ekonomi dan perjalanan keluarga sedang meningkat.
Dari sisi pelaksana, PT Bandung Infra Investastama selaku pemegang proyek disebut turut mempercepat pengerjaan di beberapa ruas jalan. Fokusnya adalah merapikan kembali area yang telah dibongkar agar bekas galian bisa segera tertutup dan tidak meninggalkan kondisi jalan yang membahayakan.
Pemkot Bandung memastikan koordinasi terus dilakukan untuk memantau titik-titik prioritas yang harus dibereskan lebih dulu. Pendekatan ini penting agar pekerjaan yang masih berjalan tidak mengorbankan keamanan warga, terutama pada jalur padat yang setiap hari dilintasi kendaraan dalam jumlah besar.
Dengan target perapian sebelum Lebaran, pemerintah berharap dampak proyek IPT dapat diminimalkan tanpa menghambat tujuan jangka panjang pembangunan infrastruktur kota. Singkatnya, kabel boleh masuk tanah, tapi keselamatan warga tetap harus berada di permukaan sebagai prioritas utama.






