Rencana kerja sama Festival Film Kebangsaan yang diajukan Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia atau AWKI mendapat respons positif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Proposal tersebut kini menunggu pembahasan lanjutan di internal kementerian sebelum masuk ke tahap kerja sama yang lebih konkret.
Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memperoleh penanggung jawab atau PIC dari Kemendikdasmen untuk membicarakan tindak lanjut proposal tersebut. Secara garis besar, usulan mereka diterima dengan baik, sehingga kini prosesnya bergerak ke tahap koordinasi lanjutan di level internal kementerian.
Menurut Robertus, pihak Pusat Penguatan Karakter atau Puspeka Kemendikdasmen masih perlu melaporkan rencana kerja sama itu kepada Sekjen Kemendikdasmen. Di dalam pembahasan tersebut juga termasuk rencana audiensi lanjutan dan permohonan izin penggunaan logo Tut Wuri Handayani dalam kegiatan Festival Film Kebangsaan.
Sampai sekarang, bentuk final kerja sama antara AWKI dan Kemendikdasmen memang belum ditetapkan. Robertus menegaskan bahwa bola kini berada di pihak kementerian, sementara AWKI menunggu hasil pembahasan yang nantinya akan disampaikan melalui PIC yang sudah ditunjuk.
Meski belum final, respons positif ini dinilai cukup penting karena menunjukkan adanya keterbukaan dari Kemendikdasmen terhadap kolaborasi dengan elemen masyarakat. Bagi AWKI, kerja sama ini bukan cuma soal penyelenggaraan festival film, tetapi juga bagian dari misi yang lebih besar untuk memperkuat karakter generasi muda Indonesia melalui medium kreatif yang dekat dengan pelajar.
Robertus menekankan bahwa karakter adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh. Ia menilai sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha penting untuk menanamkan nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan sejak dini. Jadi festival ini bukan semata soal kamera, naskah, dan tepuk tangan, tetapi juga tentang bagaimana pelajar belajar berpikir dan berkarya dengan arah yang benar.
Sebelumnya, AWKI memang mendorong pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK untuk memproduksi film pendek bertema kebangsaan melalui Festival Film Kebangsaan Pelajar yang akan digelar dalam waktu dekat di Jakarta. Tema yang diusung adalah “Merawat Kebangsaan”, dengan tujuan memberi ruang kreatif bagi pelajar untuk mengekspresikan nilai-nilai kebangsaan lewat karya audiovisual.
Kepala Puspeka Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami juga menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan karakter merupakan fondasi penting dalam pendidikan dan tidak boleh hanya berfokus pada capaian akademik. Karena itu, jika sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bisa terbangun lewat kegiatan seperti Festival Film Kebangsaan, maka peluang lahirnya generasi muda yang kritis, mandiri, dan berintegritas akan semakin kuat.






