Ford melakukan pembaruan penting pada Explorer EV dengan mengganti penggunaan baterai NMC menjadi baterai LFP. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi jenis sel yang dipakai, tetapi juga meningkatkan daya jelajah, mempercepat waktu pengisian, dan menambah sejumlah fitur baru yang membuat SUV listrik ini semakin kompetitif di pasar Eropa.
Explorer EV sendiri berbagi basis dengan Volkswagen ID.4, tetapi Ford kini mencoba memberi identitas teknis yang lebih kuat lewat pembaruan tersebut. Pada varian Standard Range, kapasitas baterai LFP yang digunakan mencapai 58 kWh dan menghasilkan jangkauan maksimum 444 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Jika dibandingkan pendahulunya, jarak tempuh ini meningkat sekitar 60 kilometer. Kenaikan itu cukup berarti untuk kendaraan listrik harian, terutama bagi konsumen yang sensitif terhadap isu efisiensi dan rasa aman saat menempuh perjalanan lebih jauh tanpa harus sering mencari titik pengisian.
Ford juga melakukan revisi pada motor listrik di poros belakang. Tenaga maksimum varian Standard Range kini naik menjadi 187 hp dari sebelumnya 165 hp, dengan torsi puncak 350 Nm. Hasilnya, akselerasi 0–100 km/jam bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 8 detik, cukup sigap untuk ukuran SUV keluarga listrik.
Dari sisi pengisian daya, baterai LFP baru ini mampu menerima pengisian cepat DC hingga 105 kW. Ford mengklaim proses pengisian dari 10 persen ke 80 persen bisa dilakukan dalam 26 menit. Jadi, jeda isi daya tidak perlu selama drama serial, cukup sebentar lalu lanjut jalan lagi.
Menariknya, pembaruan Explorer EV tidak berhenti pada baterai dan performa. Mobil ini kini dibekali fitur V2L yang memungkinkan pengguna menyalurkan daya untuk perangkat rumah tangga. Ford menyediakan soket listrik di bagasi dan juga konverter tambahan agar port pengisian kendaraan bisa difungsikan sebagai sumber daya hingga 2,3 kW.
Di dalam kabin, Ford memasang sistem infotainment baru berbasis Android serta menambahkan mode berkendara satu pedal sebagai fitur standar di seluruh varian. Pada sektor keselamatan, adaptive cruise control kini mampu mengenali lampu lalu lintas dan rambu, sementara sistem Driver State Assist memantau fokus pengemudi menggunakan kamera dan fitur penjaga lajur.
Jika mobil mendeteksi pengemudi tidak merespons, sistem akan mengambil langkah bertahap mulai dari mengaktifkan rem, menyalakan lampu peringatan, menghentikan kendaraan, membuka pintu, hingga memicu layanan darurat. Dengan paket pembaruan ini, Ford jelas ingin menunjukkan bahwa Explorer EV bukan sekadar ganti baterai, tetapi naik kelas menjadi SUV listrik yang lebih pintar, lebih efisien, dan lebih siap dipakai sehari-hari.






