Istana Respons Desakan MUI Soal Board of Peace, Pemerintah Siap Gelar Dialog Terbuka

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 2 Februari 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden RI, Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk membuka ruang dialog dengan Majelis Ulama Indonesia menyusul permintaan agar Indonesia menarik diri dari Dewan Perdamaian internasional atau Board of Peace (BoP). Istana menegaskan bahwa komunikasi langsung diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait posisi dan kepentingan strategis Indonesia di forum tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menghormati pandangan dan kritik yang disampaikan MUI. Menurutnya, keanggotaan Indonesia di BoP bukanlah keputusan tanpa pertimbangan, melainkan bagian dari langkah diplomasi aktif yang diambil negara.

Prasetyo menilai dialog menjadi jalan terbaik untuk menjelaskan alasan pemerintah bergabung dengan BoP, termasuk tujuan jangka panjang yang ingin dicapai Indonesia melalui forum tersebut. Pemerintah ingin memastikan bahwa keikutsertaan Indonesia dipahami sebagai sarana menyampaikan sikap resmi negara, khususnya terkait isu kemerdekaan Palestina, langsung di meja perundingan internasional.

Ia menegaskan bahwa berada di dalam forum justru memberi peluang bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan bangsa Palestina secara lebih efektif. Tanpa keterlibatan langsung, ruang untuk memengaruhi keputusan dan arah diskusi internasional dinilai akan semakin terbatas.

Sebelumnya, MUI menyampaikan keberatan keras terhadap keanggotaan Indonesia di BoP. Melalui Wakil Ketua Umum M Cholil Nafis, MUI menilai forum tersebut bermasalah karena melibatkan Perdana Menteri Israel tanpa kehadiran perwakilan Palestina. MUI juga menyoroti adanya kewajiban iuran keanggotaan serta menganggap BoP berpotensi melanggengkan praktik neokolonialisme.

Menanggapi isu iuran, Prasetyo menyatakan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi administratif yang lazim dalam organisasi internasional dan menjadi bagian dari komitmen keanggotaan.

Indonesia sendiri resmi menjadi anggota Board of Peace setelah Prabowo Subianto menandatangani piagam keanggotaan di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Pemerintah meyakini kehadiran Indonesia di dalam BoP akan memperkuat posisi tawar diplomatik dalam mendorong solusi dua negara serta menjaga konsistensi sikap luar negeri Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Berita Terkait

Agus Harimurti Yudhoyono, Tanggul Laut Pantura Jaga Pangan
Prabowo Ojol, Potongan Komisi Wajib di Bawah 10 Persen
Jadwal Semifinal Uber Cup 2026, Nonton Indonesia vs Korea Selatan
Petrindo Jaya Kreasi Cetak Lonjakan Pendapatan 73 Persen
Pelaporan SPT Tahunan Badan Diperpanjang DJP Hingga 31 Mei 2026
Cadangan Emas, Aksi Timbun Besar Bank Sentral Dunia 2026
Penemuan Ladang Gas Baru di Kalimantan Timur Simpan Potensi Energi Besar
PT Sinergi Inti Plastindo Tbk Catat Laba Naik 240 Persen

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono, Tanggul Laut Pantura Jaga Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Ojol, Potongan Komisi Wajib di Bawah 10 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:40 WIB

Jadwal Semifinal Uber Cup 2026, Nonton Indonesia vs Korea Selatan

Kamis, 30 April 2026 - 21:03 WIB

Petrindo Jaya Kreasi Cetak Lonjakan Pendapatan 73 Persen

Kamis, 30 April 2026 - 20:59 WIB

Pelaporan SPT Tahunan Badan Diperpanjang DJP Hingga 31 Mei 2026

Berita Terbaru