Malam keempat Tahun Baru Imlek (4 Tet) pada 20 Februari menjadi momen yang sulit dilupakan di kaki Gunung Ba Den (Ba Black Mountain), Tay Ninh. Ribuan orang datang sejak sore, menyebar di area bawah gunung, dan menunggu satu hal: pembukaan rangkaian Festival Musim Semi yang setiap tahun selalu memancing antusiasme besar.
Menurut informasi yang disampaikan pihak pengelola kawasan wisata, hari pembukaan tahun ini mencatat rekor kunjungan sekitar 157.000 orang. Angka tersebut langsung membuat Ba Den menjadi titik perhatian, karena arus wisatawan datang dari berbagai provinsi untuk menyaksikan perayaan awal tahun dengan suasana yang berbeda.
Di malam pembukaan, rangkaian acara disebut diisi program seni bertema warisan budaya, kemudian ditutup pertunjukan kembang api yang menyala terang di langit Tay Ninh. Tema kembang api yang diangkat adalah “Western Colors 2026”, menjadi penanda dimulainya festival dan aktivitas yang berlangsung sepanjang bulan lunar Januari.
Seorang fotografer lokal bernama Hai Trieu mengaku ikut datang sejak pagi untuk mencari lapisan cahaya terbaik dan memantau aliran manusia yang terus bertambah. Yang membuatnya terkejut bukan hanya jumlah pengunjung, melainkan bagaimana keramaian itu tetap terasa tertib ketika malam makin mendekat.
Dari sudut pandangnya, hamparan terpal berwarna-warni yang digelar di tanah terlihat seperti mosaik raksasa. Cahaya lampu, percakapan pelan, dan gerak orang-orang yang sabar menunggu, membentuk suasana yang jelas, hidup, tetapi tidak meledak-ledak.
Hai Trieu juga menceritakan detail kecil yang menurutnya paling kuat: keluarga-keluarga membawa kudapan, duduk berdekatan, sementara kelompok anak muda sesekali mengambil foto lalu kembali diam saat atmosfer festival terasa semakin khidmat. Ia menilai ada “kesabaran dan keyakinan” di wajah banyak orang yang hadir malam itu.
“Tidak terburu-buru, tidak bising berlebihan, tapi tetap ramai,” kurang lebih begitu kesannya saat ia bekerja di tengah kerumunan. Baginya, keramaian yang terjaga seperti ini justru memberi ruang untuk menangkap emosi orang-orang yang datang dengan harapan baik di awal tahun.
Di sisi lain, fotografer Truong Anh Tuan (lahir 1991, asal Tay Ninh) memilih merekam dari udara dengan drone. Ia bercerita, ketika melihat layar kontrol dan menyaksikan aliran manusia yang menunggu, ia merasa emosional karena pemandangannya menyerupai “lautan orang” yang sulit dicari pada hari biasa.
Dari atas, setiap kelompok pengunjung tampak menjadi tambalan warna cerah yang menyatu menjadi gambar raksasa. Truong Anh Tuan menyebut, di tengah kerumunan itu terasa kegembiraan dan keyakinan akan tahun baru yang damai, dan ia merasa beruntung bisa mengabadikan sudut pandang yang berbeda.
Ia menambahkan, ini adalah tahun kedua dirinya hadir. Meski cuaca awal tahun disebut cukup panas, arus pengunjung tetap padat. Ketika kembang api mulai menyala, sorak-sorai menyatu dengan doa-doa awal tahun—membuat suasana meriah sekaligus berkesan bagi siapa pun yang berada di kaki Gunung Ba Den pada malam pembukaan Festival Musim Semi 2026.






