Mazda Eropa mengakui pengembangan mobil listrik barunya bersama mitra China bukan sekadar proyek produk, melainkan proses pembelajaran besar dari kedua pihak. Pengakuan ini muncul saat Mazda mulai merestrukturisasi lini kendaraan listrik murni untuk China dan pasar global melalui sedan Mazda 6e dan SUV Mazda CX-6e.
Meski kedua model tersebut terlihat berdekatan dari sisi waktu peluncuran dan berbagi fondasi teknis, Mazda menyebut proses pengembangannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Kolaborasi dengan Changan menuntut adaptasi cara kerja, komunikasi teknis, dan pemahaman regulasi yang jauh lebih intens dibanding proyek internal Mazda sebelumnya.
Direktur Riset Teknologi Mazda Eropa, Christian Schultze, menjelaskan bahwa Mazda 6e dan CX-6e dikembangkan dari basis Deepal L07 dan Deepal S07 milik Changan. Namun, model tersebut harus disesuaikan lagi melalui usaha patungan Changan Mazda Automobile agar cocok untuk pasar global, termasuk Eropa.
Menurut Schultze, kerja sama ini menjadi pengalaman pertama pengembangan bersama Mazda dan Changan untuk model yang dipasarkan di Eropa. Karena Changan belum terbiasa menyiapkan mobil dengan tuntutan khusus pasar Eropa, banyak aspek yang harus dijelaskan ulang secara detail oleh tim Mazda Eropa.
Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah maju, tetapi dengan proses yang lebih memakan waktu daripada perkiraan awal. Jika biasanya koordinasi Mazda Eropa dan pusat riset di Hiroshima sudah berjalan lancar, masuknya unsur usaha patungan ke dalam alur pengembangan membuat pemahaman bersama perlu dibangun kembali dari awal.
Tantangan semakin terasa ketika model untuk Eropa harus menyesuaikan peraturan lokal yang berbeda dari versi China. Walau tampilannya mirip dengan model yang dijual di China, Mazda 6e dan CX-6e versi internasional tetap membutuhkan perubahan teknis agar sesuai standar regulasi Uni Eropa.
Salah satu contoh yang disorot adalah sistem radar untuk pasar Eropa. Schultze menyebut Changan sebelumnya belum pernah membangun sistem radar dengan spesifikasi Eropa, sehingga Mazda harus menjelaskan kebutuhan teknis dan alasan di balik pengaturan tersebut secara rinci kepada tim mitra.
Di sisi positif, Mazda mengapresiasi kecepatan umpan balik dan kemauan tim China untuk memahami kebutuhan proyek. Kombinasi keterbukaan dan respons cepat itu membantu kedua pihak melewati fase awal yang sulit, meski prosesnya menuntut komunikasi yang lebih intens daripada kolaborasi biasa.
Pelajaran dari pengembangan sedan listrik Mazda 6e disebut sangat membantu penyelesaian SUV listrik CX-6e. Mazda Eropa menyatakan powertrain listrik CX-6e merupakan pengembangan lanjutan dengan performa lebih baik dan daya berkelanjutan lebih tinggi, sejalan dengan filosofi peningkatan bertahap yang dipegang Mazda.
Ke depan, Mazda menegaskan pengalaman bersama Changan akan memengaruhi pengembangan kendaraan listrik berikutnya, termasuk model yang dibangun di atas platform milik Mazda sendiri. Perusahaan juga menilai era sistem digital dan elektronik memungkinkan perbaikan dilakukan lebih cepat tanpa menunggu facelift atau generasi baru, sehingga proses belajar dari pasar bisa langsung diterapkan ke produk berjalan.






