Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani atau Eyang Meri Hoegeng, istri dari mantan Kapolri legendaris Hoegeng Iman Santosa. Bagi Megawati, keluarga Hoegeng bukan sekadar sahabat, melainkan telah menjadi bagian dari keluarganya sendiri.
“Saya menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya. Keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga saya sendiri. Saya memanggil Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang disampaikan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2/2026).
Megawati mengenang kedekatannya dengan keluarga Hoegeng sejak masa muda. Ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang akrab dengan putri Hoegeng, Reni, karena pernah menempuh pendidikan di Perguruan Cikini yang sama. Kenangan itu semakin erat karena kesamaan minat seni di antara mereka.
“Tante Meri adalah sosok istri dan ibu yang sangat baik. Beliau hangat, penuh perhatian, dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Bersama Pak Hoegeng, beliau bahkan membentuk grup musik Hawaiian Senior,” tutur Megawati.
Ia mengisahkan beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Hoegeng saat mereka berlatih musik. Momen-momen sederhana itu, menurut Megawati, menggambarkan kehidupan keluarga Hoegeng yang bersahaja dan jauh dari kesan kemewahan.
Dalam pernyataannya, Megawati juga kembali menegaskan pentingnya figur Jenderal Hoegeng sebagai teladan bagi institusi kepolisian. Ia mengingatkan bahwa semasa kepemimpinannya sebagai Presiden RI, salah satu warisan kebijakan penting adalah pemisahan TNI dan Polri melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang TNI.
“Saya masih ingat beberapa kali berpapasan di jalan ketika berangkat kuliah. Pak Hoegeng mengendarai sepeda dengan seragam Kapolri. Kesederhanaannya luar biasa, bahkan saat itu beliau belum memiliki rumah pribadi,” kenang Megawati.
Menurutnya, peran Tante Meri sangat besar dalam mendampingi Jenderal Hoegeng hingga dikenal sebagai Kapolri yang jujur, sederhana, dan dicintai rakyat. Kepergian Eyang Meri pun dirasakan sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang mengagumi nilai-nilai kehidupan keluarga Hoegeng.
Megawati menyampaikan penyesalan karena tidak dapat hadir langsung melayat lantaran sedang menjalani kunjungan kerja di Abu Dhabi. Ia dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan Zayed Award pada 3–6 Februari 2026 sebagai anggota Dewan Juri Zayed Award 2024.
“Selamat jalan, Tante Meri,” ucap Megawati dengan haru, mengenang sosok yang selama ini ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.






