MG bersiap membawa gebrakan baru ke pasar mobil listrik Eropa lewat MG4 Urban, hatchback listrik murah yang akan dibekali baterai semi padat. Model ini dijadwalkan masuk ke dealer-dealer Eropa pada akhir tahun 2026. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena teknologi baterai yang dipakai masih terbilang baru untuk mobil di kelas harga terjangkau.
MG, yang berada di bawah grup otomotif China SAIC Motor, tampaknya ingin menantang pemain lama seperti Volkswagen, Renault, dan Stellantis dengan pendekatan yang berbeda. Jika banyak produsen biasanya lebih dulu menanamkan teknologi terbaru di model mahal, MG justru memilih memperkenalkan baterai semi padat pada mobil yang menyasar pasar massal. Strateginya cukup berani, dan mungkin sedikit nekat, tetapi justru itu yang membuatnya menarik.
Sorotan utama MG4 Urban memang ada pada paket baterai SolidCore semi padat. Kandungan elektrolit cair pada baterai ini hanya sekitar 5 persen, jauh lebih rendah dibanding baterai lithium-ion konvensional yang umumnya berada di kisaran 20 persen. Dalam industri otomotif, baterai solid-state penuh masih dianggap sebagai target jangka panjang yang belum sepenuhnya siap dikomersialkan. Karena itu, teknologi semi padat dinilai sebagai jembatan yang cukup menjanjikan menuju fase berikutnya.
MG mengklaim baterai ini menawarkan beberapa keunggulan. Salah satunya adalah performa pengisian dan pelepasan daya yang tetap stabil pada suhu rendah. Selain itu, aspek keselamatan juga dikedepankan. Pabrikan menyebut baterai tersebut tidak mengalami overheat saat diuji dengan metode ekstrem seperti penusukan paku dan tekanan tiga arah. Klaim seperti ini jelas penting, karena keamanan masih menjadi salah satu faktor paling sensitif dalam adopsi mobil listrik.
Keunggulan lainnya ada pada kecepatan pengisian. MG menyebut baterai semi padat di MG4 Urban dapat mengisi daya sekitar 15 persen lebih cepat dibanding baterai LFP biasa. Untuk pengisian cepat DC, mobil ini dikonfirmasi membutuhkan sekitar 28 sampai 30 menit untuk mengisi dari 10 persen ke 80 persen, dengan daya maksimum sekitar 82 hingga 87 kW tergantung varian. Bagi pengguna perkotaan, angka tersebut cukup kompetitif dan bisa memangkas waktu menunggu di stasiun pengisian.
Di pasar China, MG4 Urban dengan baterai semi padat dijual mulai sekitar 14.500 dolar AS, dengan jangkauan maksimum 530 km menurut siklus CLTC. Namun untuk Eropa, harga resminya belum diumumkan. Yang pasti, model baru ini diperkirakan akan lebih mahal dibanding MG4 generasi sekarang yang masih memakai baterai LFP dan dibanderol mulai sekitar 23.495 pound sterling di Inggris.
Meski harga Eropa belum dibuka, MG jelas menaruh harapan besar pada model ini. MG4 sendiri sudah termasuk mobil listrik yang cukup berhasil di Eropa, sehingga versi dengan teknologi baterai lebih baru berpotensi memperkuat posisinya. Tantangan utamanya bukan hanya soal pasar, tetapi juga rantai pasok. Kepala teknologi baterai MG menyebut ketersediaan material dan kemampuan menjaga kualitas dalam skala besar menjadi hambatan paling besar untuk penyebaran teknologi baru seperti ini.
Dengan demikian, peluncuran MG4 Urban di Eropa bukan sekadar soal menambah satu lagi pilihan mobil listrik murah. Model ini juga menjadi ujian penting apakah teknologi baterai semi padat bisa diperkenalkan lebih luas dari segmen premium ke pasar umum. Jika berhasil, MG bisa mendapat keuntungan besar sebagai pelopor. Kalau gagal, ya setidaknya mereka sudah membuktikan satu hal: kadang cara paling cepat menonjol di pasar ramai adalah datang dengan ide yang tidak biasa.






