Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Termal di Kota Bandung Dihentikan, Ini Alasannya

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Termal di Kota Bandung

Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Termal di Kota Bandung

Pengolahan sampah berbasis teknologi termal di Kota Bandung kini resmi dihentikan oleh pemerintah setempat. Keputusan ini memicu banyak pertanyaan di masyarakat, mengingat masalah sampah di Kota Kembang masih menjadi isu krusial. Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kembali metode yang sebelumnya dianggap sebagai solusi jangka panjang ini.

Lantas, apa yang menyebabkan program ambisius ini harus berakhir? Artikel ini akan mengulas faktor utama di balik penghentian proyek tersebut serta arah kebijakan pengelolaan sampah Bandung ke depannya.

Alasan Utama Penghentian Teknologi Termal

Penghentian pengolahan sampah berbasis teknologi termal di Kota Bandung tidak terjadi tanpa alasan yang kuat. Pemerintah Kota Bandung bersama para ahli telah melakukan kajian mendalam mengenai efektivitas metode ini. Berikut adalah beberapa faktor penentunya:

1. Tingginya Biaya Operasional (Tipping Fee)

Salah satu kendala terbesar adalah masalah finansial. Teknologi termal, seperti insinerator berskala besar, memerlukan biaya investasi dan operasional yang sangat tinggi. Selain itu, tipping fee atau biaya yang harus dibayar pemerintah kepada pengelola per ton sampah dianggap terlalu membebani APBD Kota Bandung.

2. Kadar Air Sampah yang Terlalu Tinggi

Karakteristik sampah di Kota Bandung didominasi oleh sampah organik rumah tangga. Sampah jenis ini memiliki kadar air yang sangat tinggi. Oleh karena itu, teknologi termal membutuhkan energi tambahan yang besar hanya untuk mengeringkan sampah sebelum bisa dibakar. Hal ini menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak efisien secara energi.

3. Dampak Lingkungan dan Emisi

Meskipun teknologi ini mampu memusnahkan sampah dengan cepat, emisi gas buang yang dihasilkan menjadi perhatian serius. Jika sistem filtrasi tidak bekerja 100%, zat berbahaya seperti dioksin dapat mencemari udara. Oleh karena itu, pemerintah kini lebih berhati-hati dalam menerapkan teknologi yang berisiko bagi kesehatan warga.

Dampak Penghentian Bagi Pengelolaan Sampah Kota

Dengan berhentinya pengolahan sampah berbasis teknologi termal di Kota Bandung, kota ini harus menghadapi tantangan baru. Produksi sampah harian yang mencapai ribuan ton memerlukan penanganan segera agar tidak terjadi penumpukan di jalanan.

Namun, penghentian ini juga menjadi momentum bagi warga untuk kembali ke dasar. Pemerintah mulai mendorong pengolahan sampah dari hulu, yakni dari lingkungan rumah tangga masing-masing.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi mahal jika perilaku masyarakat dalam memilah sampah belum berubah,” ujar salah satu pejabat terkait.

Kembali ke Metode Ramah Lingkungan

Setelah proyek teknologi termal ini dihentikan, Pemerintah Kota Bandung kini beralih ke strategi yang lebih berkelanjutan. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Optimalisasi Kang Pisman: Gerakan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) kembali digalakkan untuk menekan volume sampah yang dibuang ke TPA.

  • Pembangunan TPST di Berbagai Titik: Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF) atau kompos.

  • Kerja Sama Antar Daerah: Mengandalkan TPA Legok Nangka sebagai solusi pembuangan akhir yang lebih terintegrasi secara regional.

Selain itu, edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik terus diperluas. Jika masyarakat mampu mengelola sampah organiknya sendiri, beban pemerintah dalam mengurus sampah akan berkurang secara signifikan.

Keputusan mengenai pengolahan sampah berbasis teknologi termal di Kota Bandung yang dihentikan adalah langkah realistis. Meskipun teknologi termal menawarkan kecepatan, namun faktor biaya dan karakteristik sampah lokal menjadi penghambat utama. Kini, fokus beralih pada kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.

Berita Terkait

Evolusi Teknologi Cloud 3.0 Hadirkan Performa Super Cepat dan Integrasi AI Mendalam
Teknologi Edge Computing Berkembang Pesat Memungkinkan Pemrosesan Data Langsung di Perangkat
Uji Coba Teknologi 6G Mulai Berjalan Demi Kecepatan Internet Super Kilat
Strategi Perusahaan Hadapi Lonjakan Serangan Digital dengan AI dan Sistem Zero Trust
Tren Green IT Jadi Solusi Atasi Lonjakan Konsumsi Listrik Data Center AI
Transformasi Teknologi AI yang Kini Mampu Ambil Keputusan dan Jalankan Tugas Kompleks
Google Rilis Gemma 4 Model AI Canggih yang Bisa Jalan Offline
Perusahaan Teknologi China Mulai Gunakan Chip Huawei untuk Pengembangan Kecerdasan Buatan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:11 WIB

Evolusi Teknologi Cloud 3.0 Hadirkan Performa Super Cepat dan Integrasi AI Mendalam

Kamis, 30 April 2026 - 18:10 WIB

Teknologi Edge Computing Berkembang Pesat Memungkinkan Pemrosesan Data Langsung di Perangkat

Kamis, 30 April 2026 - 18:10 WIB

Uji Coba Teknologi 6G Mulai Berjalan Demi Kecepatan Internet Super Kilat

Kamis, 30 April 2026 - 18:10 WIB

Strategi Perusahaan Hadapi Lonjakan Serangan Digital dengan AI dan Sistem Zero Trust

Kamis, 30 April 2026 - 18:10 WIB

Tren Green IT Jadi Solusi Atasi Lonjakan Konsumsi Listrik Data Center AI

Berita Terbaru