Pasar mobil Eropa membuka 2026 dengan hasil yang kurang menggembirakan. Penjualan mobil baru pada Januari turun dibanding periode yang sama tahun lalu, menandai penurunan pertama sejak pertengahan 2025 dan mencerminkan tekanan yang masih membayangi industri otomotif kawasan tersebut.
Data dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA) menunjukkan total pendaftaran kendaraan baru di Uni Eropa, Inggris, Swiss, Norwegia, dan Islandia mencapai 961.382 unit. Angka itu turun 3,5 persen secara tahunan, memperlihatkan bahwa pemulihan pasar masih rapuh di tengah dinamika perdagangan global.
Pelemahan terjadi di sejumlah pasar utama seperti Jerman, Prancis, Belgia, dan Polandia. Salah satu penurunan paling tajam dilaporkan terjadi di Norwegia, di mana pendaftaran mobil baru disebut merosot sekitar 76 persen dibanding Januari tahun sebelumnya.
Jika dilihat per merek, beberapa pemain besar mencatat koreksi penjualan. Pendaftaran Volkswagen turun 3,8 persen, BMW turun 5,7 persen, Renault turun 15 persen, dan Toyota melemah 13,4 persen. Angka-angka ini menunjukkan tekanan permintaan masih dirasakan lintas segmen.
Di tengah penurunan tersebut, ada merek yang justru tampil mencolok. BYD mencatat lonjakan pendaftaran hingga 165 persen, menegaskan pengaruh merek China di Eropa kian besar. Sementara itu, Stellantis naik 6,7 persen dan Mercedes-Benz tumbuh 2,8 persen pada bulan pertama tahun ini.
Tesla disebut melanjutkan tren penurunan dengan penjualan turun 17 persen secara tahunan. Berdasarkan data ACEA, ini menandai bulan ke-13 berturut-turut perusahaan tersebut mengalami penurunan penjualan, menambah tekanan di tengah persaingan ketat kendaraan listrik Eropa.
Meski total pasar melemah, komposisi penjualan menunjukkan pergeseran penting. Mobil bermesin bensin menjadi kategori yang paling terpukul, dengan pendaftaran turun sekitar 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di Prancis, penurunannya mencapai 49 persen, sementara di Jerman sekitar 30 persen.
Pangsa mobil bensin pun menyusut dari hampir sepertiga pasar menjadi sedikit di atas seperlima selama periode pelaporan. Perubahan ini menunjukkan konsumen Eropa semakin bergeser ke teknologi elektrifikasi, meski laju transisi tidak selalu merata antarnegara dan merek.
Di sisi berlawanan, kendaraan listrik murni (BEV) tumbuh sekitar 14 persen, plug-in hybrid (PHEV) naik 32 persen, dan hybrid self-charging meningkat 6 persen. Secara gabungan, kendaraan berlistrik disebut menyumbang sekitar 69 persen dari total pendaftaran baru, naik tajam dari 59 persen pada Januari 2025.
Data Januari 2026 ini menggambarkan dua tren yang berjalan bersamaan: pasar otomotif Eropa sedang melemah secara total, namun elektrifikasi terus menguat. Kondisi tersebut menempatkan pabrikan tradisional pada fase transisi yang menuntut strategi harga, produk, dan pasokan yang semakin adaptif di tengah kompetisi global.






