Pickup listrik Riddara RD6 milik Geely berhasil mencuri perhatian besar di Bangkok International Motor Show 2026. Dalam lima hari pertama pameran dibuka untuk umum, model ini sudah mengumpulkan lebih dari 1.000 pesanan. Capaian tersebut tidak hanya memecahkan rekor internal merek, tetapi juga menempatkan Geely ke dalam lima besar merek dengan jumlah pemesanan terbanyak sepanjang ajang berlangsung.
Respons pasar yang sangat cepat ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa konsumen Thailand mulai membuka diri lebih luas terhadap kendaraan niaga berbasis listrik. Selama ini pasar pickup di Thailand sangat identik dengan mesin pembakaran internal. Karena itu, melonjaknya minat terhadap model seperti Riddara RD6 menunjukkan adanya pergeseran preferensi yang tidak bisa lagi dipandang sebagai tren sesaat.
Salah satu alasan utama di balik ketertarikan tersebut adalah faktor ekonomi. Media Thailand menyoroti bahwa biaya pengoperasian pickup listrik ini jauh lebih murah dibanding kendaraan diesel tradisional. Konsumsi dayanya diperkirakan hanya sekitar 0,8 sampai 1 baht per kilometer, atau sekitar seperlima dari biaya operasional pickup diesel yang bisa mencapai 4 baht per kilometer. Bagi pelaku bisnis pengiriman dan angkutan, selisih ini tentu sangat menggoda.
Jika dihitung dalam aktivitas harian, pengemudi yang menempuh sekitar 200 kilometer per hari disebut bisa menghemat antara 16.000 hingga 18.000 baht per bulan. Angka tersebut membuat Riddara RD6 bukan hanya tampil menarik sebagai produk baru, tetapi juga sebagai alat kerja yang punya nilai ekonomis tinggi. Dalam dunia usaha, kendaraan yang bikin biaya jalan turun sering lebih cepat laku daripada kendaraan yang cuma kelihatan keren di brosur.
Dari sisi harga, pickup listrik ini juga dinilai cukup agresif. Posisi banderolnya bahkan lebih rendah dibanding beberapa pickup bermesin pembakaran internal, dan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pesaing listrik murni baru seperti Toyota Hilux e-Travo. Kombinasi harga masuk akal dan biaya operasional rendah inilah yang tampaknya menjadi kunci utama mengapa model ini langsung diserbu pasar.
Untuk spesifikasi, versi penggerak roda belakang dari Geely Riddara RD6 dibekali motor listrik 268 tenaga kuda. Sementara varian penggerak empat roda memakai konfigurasi motor ganda dengan output gabungan 422 tenaga kuda. Akselerasinya dari diam ke 100 km/jam bisa dicapai dalam sekitar 4,5 detik, angka yang cukup impresif untuk sebuah pickup yang juga menyasar kebutuhan kerja.
Pilihan baterai yang tersedia berkisar antara 63 hingga 86 kWh, dengan jangkauan operasi maksimum 377 hingga 455 kilometer menurut siklus NEDC. Untuk pengisian cepat, Riddara RD6 mampu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam sekitar 32 menit. Sementara bila menggunakan pengisian lambat, baterai bisa terisi dari 20 persen ke 100 persen dalam waktu hingga 11 jam. Kombinasi ini cukup masuk akal untuk kendaraan yang digunakan harian, terutama jika diisi pada malam hari lalu dipakai kerja keesokan paginya.
Keberhasilan awal di Bangkok Motorshow menempatkan Riddara RD6 sebagai salah satu pickup listrik yang paling layak diperhatikan di Asia Tenggara saat ini. Jika tren pemesanannya terus berlanjut, model ini bisa menjadi pemicu yang mempercepat perubahan pasar pickup Thailand dari dominasi diesel menuju kendaraan energi baru. Dan kalau pasar pickup Thailand saja mulai bergeser, berarti sinyal perubahan itu memang sudah tidak main-main lagi.






