Rencana menghadirkan mobil sport listrik murni tampaknya belum sepenuhnya menjadi prioritas bagi Porsche. Pabrikan mobil sport asal Jerman tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghentikan pengembangan versi listrik dari lini 718, yakni 718 Boxster dan 718 Cayman, dan memilih tetap mempertahankan mesin pembakaran internal pada generasi berikutnya.
Informasi ini mencuat setelah perubahan di jajaran manajemen puncak Porsche. CEO baru, Michael Leiters, disebut mulai meninjau ulang sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan mobil sport listrik murni untuk segmen entry-level Porsche. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa meningkatnya biaya produksi serta lambatnya progres teknologi menjadi faktor utama yang menghambat kelanjutan proyek 718 listrik.
Porsche sendiri telah menghentikan produksi generasi 718 saat ini sejak Oktober 2025. Sebelumnya, perusahaan sempat menargetkan peluncuran versi listrik murni dalam waktu dekat. Namun, rumor penundaan bahkan potensi pembatalan proyek ini sudah beredar sejak akhir 2024. Kala itu, beberapa insinyur internal mengungkapkan bahwa pengembangan berjalan lebih lambat dari rencana awal.
Pada pertengahan 2025, muncul pula laporan yang mengaitkan terhambatnya proyek tersebut dengan masalah finansial pemasok baterai, termasuk kebangkrutan Northvolt, yang turut memengaruhi rantai pasok teknologi kendaraan listrik Porsche. Situasi ini semakin memperkuat indikasi bahwa transisi penuh 718 ke listrik bukan perkara mudah dalam waktu singkat.
Memasuki September 2025, Porsche kembali menegaskan bahwa generasi terbaru 718 akan tetap mengandalkan mesin pembakaran internal. Model ini diposisikan sebagai tulang punggung mobil sport Porsche, sementara opsi listrik murni untuk segmen tersebut dinilai belum cukup matang untuk dipasarkan secara luas, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
Jika benar proyek 718 listrik dihentikan, langkah ini dinilai cukup realistis. Porsche saat ini menghadapi tekanan penjualan di pasar China serta tantangan kebijakan tarif di Amerika Serikat, dua wilayah yang menjadi pasar utama mereka. Dalam kondisi seperti ini, investasi besar pada mobil sport listrik berharga tinggi yang belum tentu diminati konsumen justru berisiko membebani keuangan perusahaan.
Dengan portofolio produk yang masih kuat, termasuk model listrik seperti Taycan dan SUV elektrifikasi, Porsche diyakini masih mampu menjaga stabilitas bisnis tanpa harus memaksakan kehadiran 718 listrik dalam waktu dekat. Fokus pada mesin konvensional yang sudah matang dinilai sebagai strategi aman sambil menunggu kesiapan pasar dan teknologi kendaraan listrik sport di masa depan.






