Produksi Kendaraan Listrik Jerman Pecahkan Rekor, VDA Sebut Tetap Peringkat Dua Global pada 2025

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi Kendaraan Listrik Jerman Pecahkan Rekor, VDA Sebut Tetap Peringkat Dua Global pada 2025

Produksi Kendaraan Listrik Jerman Pecahkan Rekor, VDA Sebut Tetap Peringkat Dua Global pada 2025

Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) menyatakan Jerman mempertahankan posisinya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar kedua di dunia pada 2025. VDA juga menyebut produksi kendaraan listrik di negara tersebut mencetak rekor baru, menandakan dorongan elektrifikasi masih kuat di sektor manufaktur otomotif Eropa.

Menurut VDA, produksi kendaraan listrik di Jerman pada 2025 meningkat 23% dibanding 2024, mencapai sekitar 1,67 juta unit. Dari jumlah itu, produksi mobil listrik murni (BEV) naik 15% menjadi sekitar 1,22 juta unit. Sementara produksi kendaraan hibrida melonjak 54% menjadi sekitar 450 ribu unit.

Dengan capaian itu, Jerman disebut melampaui Amerika Serikat yang memproduksi sekitar 1,04 juta kendaraan listrik, sehingga mengukuhkan diri di posisi dua global. Di puncak daftar, China masih menjadi produsen terbesar dengan volume yang jauh lebih tinggi, disebut mencapai 16,1 juta unit.

VDA memperkirakan produksi kendaraan listrik di Jerman masih berpeluang meningkat pada 2026. Proyeksi pertumbuhan sekitar 6% disebut dapat membawa total produksi kendaraan listrik ke kisaran 1,76 juta unit. Di saat yang sama, VDA mencatat total produksi mobil di Jerman pada 2025 berada di sekitar 4,15 juta unit, naik 2% dibanding tahun sebelumnya.

Meski ada kenaikan, VDA mengingatkan industri otomotif Jerman belum kembali ke level pra-pandemi. Total produksi pada 2025 disebut masih 11% di bawah tahun “normal” terakhir sebelum krisis Covid-19. Namun, pangsa kendaraan listrik dalam total produksi mobil disebut mencapai 40%, menjadi level tertinggi sepanjang masa.

Presiden VDA, Hildegard Müller, menilai data tersebut menunjukkan komitmen industri terhadap mobilitas netral iklim. Di saat yang sama, ia menyerukan reformasi struktural dari pemerintah agar capaian tidak bersifat sementara. Müller menekankan insentif saja tidak cukup, karena keberlanjutan elektrifikasi juga sangat bergantung pada perluasan infrastruktur pengisian dan jaringan listrik, akses bahan baku kritis, serta harga listrik yang kompetitif.

VDA juga menyoroti pentingnya membangun kondisi bisnis yang membuat perusahaan di Jerman tetap mampu bersaing secara internasional. Dengan kata lain, target produksi dan transisi teknologi membutuhkan ekosistem pendukung yang stabil, supaya industri tidak kehilangan momentum di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Berita Terkait

Toyota dan Honda Pilih Fokus Kembangkan Mobil Hybrid daripada Listrik Murni
Tren Motor Listrik Modern dan Skutik Retro Mulai Dominasi Jalanan Indonesia
Mario Aji di Moto2 Spanyol 2026, Hasil Balapan Lengkap
MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Sabet Pole Position Jerez
Aramco Arab Bikin Mesin Hybrid Baru, Ini 5 Keunggulannya!
Aldi Satya Mahendra WorldSSP 2026 Belanda, Start Posisi 22, Amankan Poin di Race 1
Kronologi Kecelakaan Roger Danuarta dan Fakta yang Terungkap
Gebrakan Otomotif, China Resmi Geser Jepang Sebagai Raja Baru Impor Mobil ke Australia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Toyota dan Honda Pilih Fokus Kembangkan Mobil Hybrid daripada Listrik Murni

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Tren Motor Listrik Modern dan Skutik Retro Mulai Dominasi Jalanan Indonesia

Minggu, 26 April 2026 - 19:19 WIB

Mario Aji di Moto2 Spanyol 2026, Hasil Balapan Lengkap

Sabtu, 25 April 2026 - 19:20 WIB

MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Sabet Pole Position Jerez

Senin, 20 April 2026 - 21:51 WIB

Aramco Arab Bikin Mesin Hybrid Baru, Ini 5 Keunggulannya!

Berita Terbaru