Setelah berbulan-bulan dipenuhi spekulasi, Toyota akhirnya memberi sinyal yang jauh lebih tegas soal arah Toyota Highlander generasi berikutnya. Melalui video teaser singkat berdurasi sekitar 11 detik, pabrikan Jepang itu menampilkan bagian belakang SUV dengan emblem “Highlander” di pintu bagasi, sekaligus menyematkan dua penanda penting yang selama ini ditunggu publik. Di samping nama Highlander, terlihat logo “BEV” yang mengarah pada Battery Electric Vehicle, serta tulisan “AWD” yang mengindikasikan penggerak empat roda.
Kombinasi itu memperkuat kesimpulan bahwa Highlander model tahun 2027 akan hadir sebagai SUV listrik murni, bukan sekadar melanjutkan lini hybrid seperti generasi sebelumnya. Kehadiran AWD juga memberi petunjuk konfigurasi dua motor yang umum dipakai untuk menghasilkan penggerak empat roda pada mobil listrik. Jika benar, Toyota tampaknya menyiapkan Highlander listrik sebagai produk keluarga yang serius—bukan eksperimen setengah hati—dengan fokus pada kebutuhan penggunaan harian, performa, dan stabilitas di berbagai kondisi jalan.
Dari sisi desain, teaser dan bocoran sebelumnya menggambarkan bodi yang lebih tegap, berotot, dan cenderung kotak, mengingatkan pada gaya SUV Toyota lain seperti Land Cruiser atau 4Runner terbaru. Kabin disebut mengutamakan ruang, termasuk konfigurasi tiga baris kursi, panoramic sunroof berukuran besar, serta pencahayaan interior yang tampak modern. Salah satu target yang disebut ingin dibenahi adalah ruang baris ketiga, yang pada generasi lama sering dikritik kurang lega untuk penumpang dewasa.
Dengan perubahan itu, Highlander listrik berpotensi masuk ke pertarungan SUV listrik besar untuk keluarga, berhadapan dengan model seperti Kia EV9 dan Hyundai Ioniq 9. Toyota juga dijadwalkan menggelar peluncuran global pada 10 Februari, yang diharapkan menjawab detail teknis penting seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, dan apakah Toyota akan tetap menyediakan varian mesin pembakaran atau hybrid secara paralel.
Menariknya, Toyota tampak mengubah strategi penamaan. Alih-alih memakai kode yang terasa “asing” seperti keluarga bZ, Toyota memilih memanfaatkan nama Highlander yang sudah dikenal luas. Langkah ini dinilai sebagai cara paling cepat membangun kepercayaan konsumen di pasar mobil listrik, karena reputasi dan popularitas sebuah nama sering kali lebih kuat dibanding simbol baru yang belum teruji.






