Wuling Motors bersiap menghadirkan model baru di Indonesia lewat Wuling Eksion, SUV berkonfigurasi tujuh penumpang yang diproyeksikan meluncur tahun ini. Mobil ini menarik karena tidak hanya mengandalkan satu jenis mesin, melainkan menawarkan tiga opsi powertrain: bensin (ICE), plug-in hybrid (PHEV), dan listrik murni (BEV).
Eksion sempat tampil di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Di pasar Tiongkok, model yang disebut sepadan sudah dipasarkan dengan nama Starlight 560. Dari sini, publik mulai menebak arah spesifikasi yang mungkin dibawa ke Indonesia, meski detail final tetap menunggu pengumuman resmi pabrikan.
Di tengah tren elektrifikasi yang masih dalam masa transisi, varian PHEV dianggap paling “masuk akal” bagi banyak calon konsumen. PHEV menawarkan fleksibilitas: bisa dipakai harian di kota dengan bantuan motor listrik, namun tetap memiliki mesin bensin sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan SPKLU ketika melakukan perjalanan luar kota.
Salah satu hal yang paling disorot tentu efisiensi bahan bakar. Berdasarkan data spesifikasi yang merujuk pada Starlight 560, versi PHEV Wuling Eksion memakai mesin 1.500 cc yang dipadukan motor listrik penggerak roda depan. Mesin bensinnya diklaim menghasilkan daya 78 kW dengan torsi 130 Nm.
Motor listriknya disebut menyumbang daya 145 kW atau sekitar 194 HP, dengan torsi puncak 230 Nm. Penyaluran tenaganya menggunakan transmisi E-CVT, yang dirancang mengatur transisi tenaga secara otomatis antara mesin dan motor listrik agar tetap halus sekaligus efisien.
Untuk jarak tempuh, mode listrik murni diklaim mampu membawa mobil hingga 125 km berdasarkan standar CLTC. Sementara jarak tempuh gabungan—mengandalkan bensin dan baterai—disebut dapat mencapai 1.100 km menurut standar WLTC. Angka ini menjadi daya tarik bagi pengguna yang sering berpindah rute tanpa ingin sering berhenti mengisi ulang energi.
Soal konsumsi bensin, data yang dirilis menyebut kebutuhan bahan bakar PHEV berada di angka 5,3 liter per 100 km, atau setara sekitar 18,8 km per liter. Klaim ini otomatis jadi pembanding dengan varian mesin bensin konvensional yang juga akan tersedia.
Untuk varian ICE, mobil disebut memakai mesin 1.500 cc turbo. Efisiensi bahan bakarnya diklaim 6,99 liter per 100 km, atau kira-kira 14,3 km per liter berdasarkan pengujian gabungan WLTC. Dengan demikian, PHEV berada di posisi lebih hemat, setidaknya berdasarkan angka spesifikasi.
Sementara varian BEV menawarkan jarak tempuh yang juga cukup tinggi. Di pasar Tiongkok, versi listrik disebut memiliki jarak hingga 500 km dengan baterai LFP 60 kWh dan motor 100 kW. Untuk Indonesia, Wuling menyebut konsep MAGIC Battery dengan klaim jarak tempuh 530 km, walau detail pengujian dan standar yang dipakai biasanya akan dijelaskan saat peluncuran.
Jika melihat acuan harga di Tiongkok, Starlight 560 ditawarkan mulai 62.800 hingga 98.800 yuan, atau kira-kira Rp152 jutaan sampai Rp239 jutaan. Namun harga Wuling Eksion untuk Indonesia belum diumumkan, dan biasanya akan dipengaruhi pajak, fitur, serta strategi pasar saat peluncuran resmi.
Dengan kombinasi tujuh kursi, tiga pilihan powertrain, serta klaim efisiensi PHEV 18,8 km per liter, Wuling Eksion diproyeksikan membidik keluarga urban yang butuh ruang, namun ingin mulai “naik kelas” ke elektrifikasi tanpa takut repot urusan charging.






