Xiaomi resmi membuka program upgrade gratis untuk Xiaomi SU7 Ultra yang menggunakan kap serat karbon dengan dua lubang udara besar. Langkah ini menjadi perhatian karena komponen tersebut sebelumnya sempat dipertanyakan manfaat fungsionalnya dan dianggap lebih banyak berperan sebagai elemen estetika ketimbang bagian aerodinamika yang benar-benar bekerja.
Dalam pembaruan terbaru, Xiaomi disebut akan menambahkan dua sirip pengarah udara di dalam saluran udara pada kap tersebut. Dengan modifikasi ini, lubang yang sebelumnya dianggap “hiasan mahal” akan mulai berfungsi membantu mengoptimalkan stabilitas kendaraan saat melaju pada kecepatan tinggi.
Perubahan itu tidak hanya soal menambah komponen, tetapi juga menyentuh struktur internal saluran udara depan. Sirip pengarah baru akan bekerja bersamaan dengan kisi-kisi aktif kendaraan yang mengatur aliran udara ke kompartemen depan secara cerdas. Sistem ini dirancang untuk lebih tepat mengarahkan aliran udara saat mobil berada dalam kondisi penggunaan ekstrem.
Menurut dokumentasi teknis, sistem tersebut akan aktif ketika pengemudi mengaktifkan Track Mode atau saat kecepatan mobil melampaui 150 kilometer per jam. Dengan begitu, Xiaomi berharap perubahan ini memberi tambahan efek aerodinamis dan gaya tekan yang lebih baik, meski konsekuensinya konsumsi energi disebut bisa sedikit meningkat.
Beberapa pemilik SU7 Ultra dilaporkan sudah mulai melihat perubahan nyata pada area dua ventilasi tersebut setelah proses pemasangan yang memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Hal ini menjadi sinyal bahwa upgrade kali ini memang menghadirkan fungsi lebih jelas dibanding konfigurasi sebelumnya.
Kontroversi soal dua ventilasi kap serat karbon ini sebenarnya telah mencuat sejak 2025. Kala itu, banyak pemilik menilai komponen opsional seharga 42.000 yuan atau sekitar 6.100 dolar AS itu tidak memberikan manfaat aerodinamis berarti, padahal Xiaomi memasarkan SU7 Ultra sebagai sedan listrik performa tinggi dengan inspirasi lintasan Nürburgring.
Persoalan tersebut bahkan sempat memicu sengketa hukum. Sejumlah pelanggan menuduh Xiaomi melakukan promosi menyesatkan karena dua saluran udara itu disebut-sebut punya fungsi pendinginan, tetapi hasil pembongkaran independen menunjukkan tidak ada jalur udara aktif di dalamnya. Xiaomi sempat memenangkan salah satu perkara pada Februari 2026, tetapi upgrade terbaru ini dinilai sebagai langkah preventif agar polemik serupa tidak berulang. Kadang solusi terbaik memang bukan berdebat lebih lama, tapi bikin komponen mahal itu akhirnya benar-benar kerja.
Xiaomi SU7 Ultra sendiri merupakan varian performa tinggi dari sedan listrik SU7 dengan tiga motor listrik, penggerak AWD, dan tenaga maksimum 1.526 hp. Mobil ini dibekali baterai yang dioptimalkan untuk kebutuhan performa di lintasan. Dengan pembaruan aerodinamika tersebut, Xiaomi tampaknya ingin memperkuat citra SU7 Ultra sebagai mobil listrik kencang yang bukan hanya tampak galak, tetapi juga punya detail teknis yang benar-benar berfungsi.






